Pasca-gempa, Menpar Ingin Pariwisata Labuan Bajo Pulih dan Tumbuh Lebih Tangguh
📅 Minggu, 30 Agu 2026, 08:18 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri menegaskan komitmennya agar Labuan Bajo tidak sekadar pulih dari dampak gempa bumi Magnitudo 7,7, melainkan tumbuh menjadi destinasi yang jauh lebih tangguh dalam menghadapi berbagai risiko di masa depan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan manajemen risiko bencana serta penataan destinasi wisata darat baru di Manggarai Barat.
“Labuan Bajo harus pulih dan pada saat yang sama kita ingin Labuan Bajo semakin tangguh dan semakin siap menghadapi berbagai risiko di masa depan. Kita ingin pariwisata terus bertumbuh, dengan keselamatan yang semakin kuat dan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat,” ujar Widiyanti dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Sabtu.
Menpar Widiyanti Putri sebelumnya (28/8) menggelar pertemuan dengan Pemerintah Daerah Manggarai Barat serta pelaku industri dan asosiasi pariwisata di Labuan Bajo untuk membahas langkah pemulihan pariwisata Flores pascagempa bumi M7,7,sekaligus berbagai isu strategis pengembangan pariwisata Labuan Bajo.
Langkah taktis dilakukan dengan menghimpun langsung kondisi, tantangan, dan kebutuhan dari pemerintah daerah serta pelaku industri pariwisata pascabencana.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemulihan sektor ini diprioritaskan berdasarkan tingkat kerusakan, kesiapan operasional destinasi, serta pemulihan mata pencaharian masyarakat.
Fokus pembenahan dilaporkan mencakup seluruh rantai pariwisata mulai dari perhotelan, restoran, desa wisata, kapal wisata, pramuwisata, hingga pelaku UMKM lokal.
Selain memulihkan ekonomi warga dan mengembalikan kepercayaan pasar, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat prosedur operasional standar (SOP) tanggap darurat, jalur evakuasi, dan sistem komunikasi krisis di lapangan.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi melaporkan aktivitas kunjungan pascagempa 15 Agustus 2026 tetap berjalan aman dan normal dengan catatan 2.854 keberangkatan kapal dan 32.692 pergerakan wisatawan.
Arus penerbangan domestik maupun internasional dilaporkan stabil, serta kawasan Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar telah kembali dibuka setelah dinyatakan lolos asesmen keselamatan yang ketat.
Guna menjaga tren positif tersebut, Kemenpar akan memperketat kompetensi keselamatan wisata bahari melalui program Sertifikasi Tenaga Kerja Pariwisata Indonesia (SATRIA) sekaligus memperluas pengembangan destinasi darat seperti Pulau Kukusan, Pulau Kelor, dan Gua Rangko.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!