Tak Semua Kelainan Refraksi Membutuhkan Tindakan yang Sama, Pemeriksaan Kornea Jadi Kunci
📅 Rabu, 29 Jul 2026, 17:45 WIB | Oleh: Haryo BronoPilihan lainnya adalah SMILE® Pro, prosedur koreksi penglihatan yang dilakukan tanpa pembentukan flap atau flapless. Pada prosedur ini, laser femtosecond membentuk lapisan jaringan sangat tipis yang disebut lenticule di dalam kornea.
Lenticule tersebut kemudian dikeluarkan melalui sayatan mikro berukuran sekitar 2–4 milimeter. Pengambilan jaringan ini bertujuan mengubah kelengkungan kornea sehingga dapat mengoreksi kelainan refraksi pasien.
SMILE® Pro menggunakan teknologi ZEISS VISUMAX 800 dengan paparan laser sekitar 8–10 detik per mata. Karena tidak menggunakan flap dan hanya memerlukan sayatan kecil, prosedur ini dirancang untuk mempertahankan struktur permukaan kornea dan mengurangi risiko gangguan yang berkaitan dengan flap.
Prosedur tersebut juga dapat membantu meminimalkan keluhan mata kering pada sebagian pasien. Meski demikian, hasil tindakan dan proses pemulihan dapat berbeda pada setiap individu.
Sebaiknya Anda baca juga:
LASIK Xtra untuk Pasien Terpilih
Selain LASIK, JEC Eye Hospitals and Clinics juga menawarkan LASIK Xtra, prosedur yang diklaim saat ini hanya tersedia di jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics di Indonesia. LASIK Xtra menggabungkan tindakan LASIK dengan corneal cross-linking (CXL) dalam satu rangkaian prosedur. Setelah kornea dibentuk ulang menggunakan laser excimer, larutan riboflavin atau vitamin B2 diaplikasikan pada kornea dan kemudian diaktivasi menggunakan sinar ultraviolet A.
Proses tersebut bertujuan membentuk ikatan tambahan antars erat kolagen sehingga dapat membantu mendukung kekuatan dan stabilitas struktur kornea setelah tindakan LASIK. Tahapan tambahan dalam LASIK Xtra disebut membutuhkan waktu sekitar tiga menit dan dilakukan dalam sesi tindakan yang sama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prosedur ini dapat dipertimbangkan untuk pasien tertentu yang membutuhkan dukungan tambahan terhadap stabilitas kornea. Misalnya, pasien dengan kondisi kornea borderline tetapi masih memenuhi parameter keamanan untuk LASIK, memiliki ukuran minus atau silinder tinggi, berusia relatif muda, atau dinilai memiliki risiko regresi refraksi setelah tindakan.
Namun, keputusan untuk menjalani LASIK Xtra tetap ditentukan dokter berdasarkan hasil pemeriksaan mata secara menyeluruh.
Sementara itu, apabila pemeriksaan menunjukkan kondisi kornea tidak ideal untuk dibentuk ulang menggunakan laser, dokter dapat mempertimbangkan penggunaan Implantable Collamer Lens (ICL), selama anatomi bagian dalam mata pasien memenuhi persyaratan.
Berbeda dengan LASIK dan SMILE® Pro yang melakukan koreksi pada kornea, ICL merupakan lensa tambahan yang ditanam di dalam mata, tepatnya di belakang iris dan di depan lensa alami. Dengan demikian, koreksi penglihatan dapat dilakukan tanpa mengikis atau membentuk ulang jaringan kornea.
Pemeriksaan Komprehensif Sebelum Tindakan
Besarnya ukuran minus atau silinder bukan satu-satunya faktor yang menentukan pilihan prosedur koreksi penglihatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!