Tak Semua Kelainan Refraksi Membutuhkan Tindakan yang Sama, Pemeriksaan Kornea Jadi Kunci
📅 Rabu, 29 Jul 2026, 17:45 WIB | Oleh: Haryo BronoSebelum menjalani bedah refraktif, pasien perlu menjalani pemeriksaan mata secara menyeluruh. Pemeriksaan refraksi dilakukan untuk mengukur besarnya kelainan refraksi, sedangkan topografi atau tomografi kornea digunakan untuk memetakan kelengkungan serta bentuk permukaan depan dan belakang kornea.
Dokter juga akan mengevaluasi ketebalan kornea, lapisan air mata, tekanan bola mata, ukuran pupil, kondisi retina, serta kesehatan mata secara keseluruhan.
“Secara umum, kandidat Laser Vision Correction harus berusia minimal 18 tahun, memiliki ukuran minus atau silinder yang stabil setidaknya selama 12 bulan, tidak sedang hamil atau menyusui, serta memiliki kondisi dan ketebalan kornea yang memenuhi parameter keamanan,” kata Sharita.
Pengguna lensa kontak juga perlu melepas lensa untuk jangka waktu tertentu sebelum menjalani pemeriksaan. Langkah ini dilakukan agar pemetaan kornea dapat memberikan hasil yang lebih akurat sesuai arahan dokter.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masyarakat juga disarankan menjalani pemeriksaan mata komprehensif apabila mengalami perubahan ukuran minus atau silinder secara cepat. Pemeriksaan juga penting dilakukan jika penglihatan tetap tidak tajam meski resep kacamata telah diperbarui, muncul distorsi atau pandangan ganda pada satu mata, keluhan silau malam semakin berat, mata sering digosok, atau terdapat riwayat keratoconus dalam keluarga.
Dengan demikian, tujuan koreksi penglihatan tidak semata-mata untuk membuat seseorang terbebas dari kacamata. Faktor yang tidak kalah penting adalah mendapatkan kualitas penglihatan yang optimal melalui metode penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing mata.
JEC Klaim Telah Melakukan Lebih dari 150.000 Tindakan
Sebaiknya Anda baca juga:
JEC Eye Hospitals and Clinics menyatakan telah memiliki pengalaman melakukan lebih dari 150.000 tindakan Laser Vision Correction, yang mencakup LASIK, LASIK Xtra, SMILE®, dan SMILE® Pro.
Layanan tersebut didukung oleh dokter spesialis mata, teknologi diagnostik untuk pemetaan kornea, pemeriksaan pra-tindakan, serta pemantauan pasien setelah prosedur.
Saat ini, layanan LASIK dan SMILE® Pro tersedia di sejumlah jaringan JEC, yaitu JEC @ Menteng, JEC @ Kedoya, JEC CANDI @ Semarang, JEC JAVA @ Surabaya, JEC ORBITA @ Makassar, dan JEC BALI @ Denpasar.
JEC Eye Hospitals and Clinics menyebutkan telah memiliki 16 cabang dan terus memperluas akses layanan kesehatan mata di Indonesia.
Ekspansi juga dilakukan melalui pembangunan JEC BALI @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur. Fasilitas tersebut dikembangkan dengan konsep “Blue Hospital” yang menggabungkan desain yang mendukung proses penyembuhan, teknologi medis modern, serta sistem bangunan yang efisien dan berkelanjutan.
Dalam waktu dekat, JEC Eye Hospitals and Clinics juga berencana membuka dua cabang baru, yakni JEC @ Tangerang dan JEC JAVA @ Kediri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!