Proyek Jembatan Rahasia Korea Utara - Russia Diduga untuk Memenangkan Moskow dalam Perang Ukraina
📅 Rabu, 29 Jul 2026, 00:03 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMenurutnya, hubungan yang semakin erat itu juga membuat pertukaran senjata dan teknologi militer berlangsung lebih mudah serta jauh lebih sulit dipantau, sehingga berpotensi meningkatkan ancaman terhadap negara-negara tetangga Korea Utara.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, pihak Kremlin belum memberikan tanggapan atas temuan investigasi tersebut.
Aliansi militer yang semakin erat
Jembatan baru ini memiliki panjang sekitar 1 kilometer dengan lebar 7 meter dan terdiri atas dua lajur, menjadi bagian dari koridor perbatasan sepanjang 4,7 kilometer yang mencakup jalan akses menuju kedua negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama ini, jalur kereta api lintas Rusia-Korea Utara memiliki kendala teknis berupa perbedaan lebar rel sehingga roda kereta harus diganti ketika memasuki jaringan negara lain. Hambatan tersebut tidak lagi berlaku pada jalur jalan raya baru, sehingga distribusi logistik dapat berlangsung lebih cepat dan fleksibel.
Sebelumnya, para peneliti sumber terbuka mengandalkan citra satelit di perlintasan kereta untuk memantau dugaan pengiriman senjata antara kedua negara. Dengan hadirnya jalur darat baru, pengawasan semacam itu diperkirakan akan menjadi jauh lebih sulit.
Pembangunan jembatan dimulai setelah Vladimir Putin dan Kim Jong-un menandatangani pakta kemitraan strategis komprehensif pada Juni 2024. Sejak saat itu, hubungan militer kedua negara berkembang pesat. Korea Utara dilaporkan memasok amunisi artileri, rudal balistik, hingga personel militer untuk membantu Rusia dalam perang di Ukraina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih dari 14.000 tentara Korea Utara dilaporkan telah bertempur bersama pasukan Rusia di wilayah Kursk setelah serangan balasan Ukraina pada Agustus 2024. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bahkan baru-baru ini memperingatkan bahwa Moskow sedang bersiap menerima tambahan sekitar 30.000 tentara Korea Utara.
Kerja sama kedua negara juga mencakup bidang persenjataan, teknologi militer, hingga proyek rekonstruksi.
Pada 2023, Reuters melaporkan citra satelit menunjukkan sekitar 2.000 kontainer dikirim dari Pelabuhan Rason di Korea Utara menuju Rusia. Muatan tersebut diyakini berisi peluru artileri dan kemungkinan rudal jarak pendek.
Sementara itu, Kim Jong-un secara terbuka memuji tentara Korea Utara yang bertempur untuk Rusia serta meresmikan kompleks perumahan bagi keluarga prajurit yang gugur. Berbagai laporan memperkirakan sedikitnya 2.000 tentara Korea Utara telah tewas dalam konflik tersebut, sementara dua prajurit yang mengalami luka berat dilaporkan berhasil ditangkap oleh Ukraina.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!