Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BUMN, BUMD, dan Bapanas Sinergi Jaga Harga Daging

📅 Senin, 27 Jul 2026, 11:45 WIB | Oleh:
BUMN, BUMD, dan Bapanas Sinergi Jaga Harga Daging Doc: ist
Ket. menjaga harga daging

JAKARTA – Untuk menjaga harga daging tetap stabil dilakukan kerja sama antara Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Tujuannya menjaga pasokan, mengendalikan harga konsumen, serta mendukung swasembada sapi nasional yang berkelanjutan.

"Untuk penstabilan harga daging sapi pemerintah akan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. Mulai dari BUMD sampai BUMN," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Senin. Bapanas memastikan perkembangan harga daging sapi di tingkat konsumen masih berada dalam kondisi yang terkendali.

Dia menyebutkan harga daging sapi yang mencapai Rp160.000 hingga Rp180.000 per kilogram (kg) di sejumlah titik penjualan, umumnya merupakan produk premium, seperti daging has dalam yang telah dibersihkan dari lemak, sehingga tidak mencerminkan harga daging sapi secara umum di pasaran.

"Ada beberapa wilayah kemarin juga kita turun di (Pasar) Rawamangun, di Senen, ada juga Rp140.000 per kg, (tapi) yang Rp160.000 itu relatif yang benar-benar khas dalam, kemudian dihilangin lemak-lemaknya. Namun demikian tentu kami akan pantau terus," beber Ketut.

Dalam pantauan Bapanas, lanjut Ketut, hingga pekan ketiga Juli 2026, rata-rata harga daging sapi secara nasional sedikit berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP), namun juga tidak dapat disebut bergejolak.

Selisih terhadap HAP berkisar 2,57 persen dengan rata-rata harga daging sapi secara nasional berada di Rp143.601 per kg. Sementara HAP tingkat konsumen ditetapkan pemerintah maksimal di Rp140.000 per kg.

Berkaitan dengan strategi jangka panjang mengatasi fluktuasi harga daging sapi, demi mengakselerasi produksi sapi lokal, pemerintah telah menggagas program swasembada. Langkah besar itu bertujuan untuk menekan angka impor daging sapi tahunan secara gradual.

"Sebagaimana arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas (Andi Amran Sulaiman) tentu kita terus mendorong dan mendukung swasembada sapi. Mudah-mudahan dengan program swasembada juga bisa menekan impor," jelas Ketut.

Adapun berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan, produksi sapi dan kerbau lokal pada 2026 diperkirakan mencapai 2,15 juta ekor atau setara 421,21 ribu ton daging. Sementara kebutuhan nasional diproyeksikan sebesar 794,29 ribu ton.

Kebutuhan tersebut dipenuhi melalui kombinasi produksi dalam negeri dan sumber pasokan dari luar yang telah diestimasikan pemerintah secara terukur, sehingga stok akhir tahun diperkirakan mencapai 324,09 ribu ton.

"Jumlah tersebut meningkat dibandingkan carry over stock tahun sebelumnya sebesar 185,81 ribu ton dan dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sekitar 5 bulan pada awal 2027," tuturnya. Ketut mengatakan pemerintah segera memperkuat stabilisasi harga daging sapi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai BUMD hingga BUMN.

Menurutnya pemerintah juga telah menugaskan BUMN untuk mengimpor daging sapi dan kerbau beku sebagai langkah menjaga kecukupan pasokan sekaligus mendukung upaya pengendalian harga di pasar.

Selain itu, Bapanas terus berkoordinasi dengan Perumda Pasar Jaya, Berdikari, dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) agar distribusi daging sapi semakin lancar sehingga harga tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat. "Ini salah satu solusi sehingga mudah-mudahan harganya bisa distabilkan," urai Ketut.

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah meminta para importir daging sapi untuk mengeluarkan stoknya selama Ramadan sampai Idul Fitri. Amran juga memastikan penindakan tegas akan diimplementasikan tatkala terjadi anomali harga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Afghanistan-Pakistan Terlib...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.