Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Uji Terbang Prototipe Terbaru Jet Tempur Siluman Generasi Keenam

📅 Minggu, 26 Jul 2026, 00:05 WIB | Oleh:
Tiongkok Uji Terbang Prototipe Terbaru Jet Tempur Siluman Generasi Keenam  Doc: Istimewa
Ket. Tiongkok berpotensi menjadi negara pertama di dunia yang mengoperasikan pesawat tempur generasi keenam dalam jumlah operasional

BEIJING – Program pesawat tempur generasi keenam Tiongkok memasuki babak baru. Rekaman yang beredar pada 23 Juli mengonfirmasi bahwa prototipe kelima pesawat tempur generasi keenam buatan Chengdu Aircraft Corporation telah memulai uji terbang, menandai percepatan signifikan dalam pengembangan pesawat tempur paling ambisius yang pernah dibuat Negeri Tirai Bambu.

Dari Military Watch, kemunculan prototipe terbaru ini memicu spekulasi bahwa Tiongkok kini telah memasuki fase pra-produksi, setelah sebelumnya secara bertahap menguji empat prototipe sejak penerbangan perdana pada 26 Desember 2024. Prototipe ketiga muncul pada 25 Desember 2025, disusul prototipe keempat pada 30 Januari 2026. Jeda waktu yang lebih panjang sebelum kemunculan prototipe kelima dinilai banyak analis sebagai indikasi adanya penyempurnaan desain yang jauh lebih besar dibandingkan versi sebelumnya.

Beberapa hari sebelum konfirmasi resmi, foto sebuah pesawat misterius yang tengah terbang sempat beredar di media sosial. Bentuknya sedikit berbeda dari prototipe-prototipe sebelumnya sehingga memunculkan dugaan bahwa pesawat tersebut merupakan prototipe kelima. Walau kualitas gambar belum cukup jelas untuk memastikan, sejumlah pengamat menilai desainnya semakin mendekati konfigurasi produksi massal.

Program ini menjadi sorotan karena pesawat tempur generasi keenam Chengdu mengusung konfigurasi tanpa ekor (tailless) untuk memaksimalkan kemampuan siluman terhadap berbagai jenis radar. Desain seperti ini sangat sulit diwujudkan karena menghilangkan bidang ekor horizontal yang selama ini berperan menjaga stabilitas dan membantu manuver pesawat.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, para insinyur Tiongkok mengandalkan sistem kendali penerbangan digital yang sangat canggih dan permukaan kendali terintegrasi di sayap. Hasilnya mulai terlihat dalam sejumlah video uji terbang yang beredar sejak Juni lalu, ketika pesawat berukuran sangat besar itu mampu melakukan manuver agresif yang sebelumnya dianggap sulit dicapai oleh pesawat tanpa ekor.

Kemampuan tersebut sekaligus mematahkan dugaan sebagian analis Barat yang sebelumnya menganggap pesawat ini lebih menyerupai pembom siluman daripada pesawat tempur. Manuver yang diperlihatkan justru menunjukkan karakteristik pesawat tempur superioritas udara, meski memiliki dimensi jauh lebih besar dibandingkan jet tempur konvensional.

Pesawat generasi keenam Chengdu juga disebut memiliki sejumlah keunggulan yang belum dimiliki pesaingnya. Konfigurasi tiga mesin menjadi yang pertama di dunia untuk kelas pesawat tempur. Selain itu, pesawat ini diperkirakan memiliki radius tempur lebih dari 4.000 kilometer, radar berukuran sangat besar yang dipasang di bagian hidung pesawat, serta kapasitas angkut senjata yang jauh lebih besar dibandingkan jet tempur generasi kelima.

Sebagai perbandingan, jet tempur siluman J-20 milik Tiongkok diperkirakan memiliki radius tempur lebih dari 2.000 kilometer, sementara F-35A/C Amerika Serikat berada di kisaran sekitar 1.000 kilometer. Dengan kombinasi jangkauan yang sangat jauh, kemampuan siluman, radar berdaya tinggi, dan muatan persenjataan besar, pesawat baru ini diproyeksikan mampu beroperasi jauh di kawasan Pasifik dengan ketergantungan yang lebih kecil terhadap pesawat peringatan dini maupun pesawat tanker.

Kemajuan pesat program ini juga membuat sejumlah analis merevisi perkiraan jadwal operasionalnya. Jika sebelumnya pesawat diperkirakan baru memasuki dinas pada awal 2030-an, kini muncul prediksi bahwa pesawat tersebut dapat mulai beroperasi pada 2029–2030, jauh lebih cepat dari perkiraan awal.

Percepatan tersebut dinilai sejalan dengan meningkatnya fokus Beijing terhadap modernisasi kekuatan udara. Selain mengembangkan jet tempur generasi keenam, China juga terus memperkuat armada J-20, yang diperkirakan telah mencapai sekitar 500 unit, dengan laju produksi sekitar 100–120 pesawat per tahun. Modernisasi juga mencakup pengembangan pesawat peringatan dini (AEW&C), pesawat tanker, satelit komunikasi militer, hingga rudal udara-ke-udara generasi terbaru.

Saat ini, Tiongkok dan Amerika Serikat menjadi dua negara yang paling dekat menuju operasional pesawat tempur generasi keenam. Sementara Tiongkok diperkirakan dapat mengoperasikan pesawat tersebut pada akhir dekade ini atau awal 2030-an, Amerika Serikat masih mengembangkan program F-47 untuk Angkatan Udara dan F/A-XX untuk Angkatan Laut yang diperkirakan baru memasuki layanan pada dekade 2040-an.

Apabila target tersebut tercapai, Tiongkok berpotensi menjadi negara pertama di dunia yang mengoperasikan pesawat tempur generasi keenam dalam jumlah operasional, sebuah pencapaian yang diperkirakan akan mengubah keseimbangan kekuatan udara, khususnya di kawasan Indo-Pasifik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Meksiko Pilih Tak Balas Tarif Baru Trump

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Meksiko Pilih Tak Balas Tar...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
  • Piala Dunia 2026: Kapten Timnas Spanyol Rodri Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik
    Preview komentar:
Penyelamat Wajah Indonesia! Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara China Open 2026 Lewat Drama Rubber Game

Penyelamat Wajah Indonesia! Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara China Open 2026 Lewat Drama Rubber Game

26 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.