Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

ASEAN-Jepang Sepakati Penguatan Rantai Pasok dan Energi

📅 Minggu, 26 Jul 2026, 08:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
ASEAN-Jepang Sepakati Penguatan Rantai Pasok dan Energi Doc: ANTARA
Ket. Logo ASEAN dan bendera negara-negara anggotanya di Sekretariat ASEAN Jakarta.

JAKARTA - ASEAN dan Jepang mengadopsi Deklarasi Bersama Gugus Tugas Dialogue for Innovative and Sustainable Growth (DISG) untuk memperkuat ketahanan rantai pasok, keamanan ekonomi, dan transisi energi di tengah ketidakpastian geopolitik serta dinamika ekonomi global.

Deklarasi tersebut disahkan dalam pertemuan DISG ke-18 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, sebagai pedoman kerja sama ekonomi pemerintah dan sektor swasta ASEAN-Jepang.

Dalam pernyataan tertulis DISG yang diterima Sabtu, Ketua DISG Masuo Kuremura mengatakan kerja sama difokuskan pada empat pilar utama, yakni ketahanan rantai pasok, kolaborasi inovasi, investasi digital dan kecerdasan buatan (AI), serta transisi energi.

"Saya menegaskan pentingnya konsultasi intensif dengan negara-negara ASEAN guna memperkuat ketahanan industri," kata Masuo.

Ia juga menyoroti keberhasilan program Fast Track Pitch yang menarik ratusan peserta dari berbagai negara, penyelenggaraan Konferensi Pemimpin Muda, serta penguatan kolaborasi di sektor pusat data dan semikonduktor.

Dalam bidang energi, Masuo mengusulkan skema Asia Zero Emission Community Plus (AZEC+) untuk memperkuat dekarbonisasi yang terintegrasi dengan keamanan kawasan melalui berbagai proyek konkret.

Pertemuan tersebut juga membahas efektivitas investasi Jepang di Asia Tenggara.

Perwakilan ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) Brunei, Musa Adnin, menilai perusahaan Jepang memiliki keunggulan teknologi, tetapi menghadapi tantangan dalam kecepatan eksekusi bisnis dan penetrasi pasar dibandingkan pesaing dari China dan negara-negara Barat.

Selain itu, sejumlah perwakilan kamar dagang ASEAN menyampaikan rekomendasi, antara lain pengakuan tenaga kerja ahli dari Filipina, reintegrasi pekerja migran dari Indonesia, serta penguatan ketertelusuran rantai pasok dari Vietnam.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang menyatakan komitmennya untuk merespons kebutuhan pelaku usaha di kawasan secara lebih cepat.

Pertemuan ditutup dengan pengesahan Deklarasi Bersama Gugus Tugas DISG oleh Ketua DISG Masuo Kuremura. Dokumen itu memuat langkah konkret memperkuat stabilitas rantai pasok bahan baku penting, keamanan ekonomi melalui investasi semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI), serta percepatan transisi energi.

Deklarasi juga mendorong percepatan inovasi digital bagi UMKM dan perusahaan rintisan (startup), serta pengembangan sumber daya manusia generasi muda untuk mewujudkan masyarakat ekonomi kawasan yang inklusif dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Inggris Pulihkan Hubungan dengan AS

4 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Inggris Pulihkan Hubungan d...
Ekonomi
Militer Jangan Terlalu Jauh...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang

Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang

26 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.