Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian UMKM Ubah Istilah ‘Pelaku’ Jadi ‘Pengusaha’, Ini Alasannya

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementerian UMKM Ubah Istilah ‘Pelaku’ Jadi ‘Pengusaha’, Ini Alasannya Doc: Antara
Ket. Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian UMKM RI Berry Fauzy saat jadi pembicara dalam Temu Bisnis Terarah di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor, Selasa (18/8).

Tanjung Selor, Kaltara - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong perubahan penyebutan dari “pelaku UMKM” menjadi “pengusaha UMKM” karena istilah tersebut dinilai memiliki konotasi yang lebih positif dan dapat meningkatkan semangat berusaha.

Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian UMKM Berry Fauzy mengatakan perubahan penyebutan tersebut merupakan arahan Menteri UMKM sebagai bagian dari upaya membangun pola pikir positif di kalangan pengusaha UMKM.

“Jadi sebagaimana arahan Bapak Menteri, kalau misalkan kata-kata pelaku usaha itu kan cenderung konotasinya terhadap hal-hal yang negatif. Maka dari itu, agar kita menyemangati para pengusaha UMKM, makanya kita ganti jadi pengusaha,” ujar Berry di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Selasa (18/8).

Berry menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam Temu Bisnis Terarah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara di Aula Kantor Gubernur Kaltara.

Menurut dia, penggunaan istilah “pengusaha” diharapkan dapat menumbuhkan semangat masyarakat dalam mengembangkan usaha, baik pada skala mikro, kecil, maupun menengah.

“Nah, kita inginkan bahwa UMKM ini bukan salah satu keterpaksaan, melainkan pilihan usaha,” katanya.

Ia mengatakan masih ada masyarakat yang menganggap menjadi pengusaha UMKM sebagai pilihan karena keterpaksaan. Padahal, menurut dia, UMKM seharusnya dipandang sebagai pilihan untuk berusaha dan mengembangkan kemandirian ekonomi.

Karena itu, Kementerian UMKM terus menyosialisasikan penggunaan istilah “pengusaha UMKM” secara nasional, termasuk di Kalimantan Utara.

Berry bahkan mengajak peserta Temu Bisnis Terarah untuk menyepakati penggunaan istilah tersebut dalam kegiatan usaha.

“Pak Menteri sudah menegaskan itu agar diganti namanya menjadi pengusaha UMKM,” tuturnya.

Rantai Pasok Industri

Dalam kegiatan tersebut, Berry juga menyampaikan sejumlah program kerja Kementerian UMKM. Ia turut menyaksikan penandatanganan kesepakatan antara Pemprov Kaltara dan dua perusahaan besar yang beroperasi di kawasan industri di provinsi tersebut.

Melalui kesepakatan itu, Pemprov Kaltara mendorong perusahaan untuk melibatkan UMKM lokal dalam rantai pasok kawasan industri.

Langkah tersebut bertujuan agar investasi dan pertumbuhan industri di Kaltara tidak hanya menghasilkan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi masyarakat serta pengusaha lokal.

Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang mengatakan pengusaha UMKM lokal harus mendapatkan kesempatan untuk berkembang seiring masuknya investasi dan industri ke daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.