Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tak Sekadar Lindungi Pesisir, Mangrove Kure Caddi Kini Jadi Sumber Penghidupan Warga.

📅 Sabtu, 25 Jul 2026, 19:17 WIB | Oleh:

20260725191649_1002868035.jpg

Warga Dusun Kure Caddi bernama Irma memperlihatkan kepiting dari hasil tangkapan sang suami di Desa Nisombalia, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Penguatan kemandirian

Teh Kalli-kalli buatan Dg. Cora tidak hadir begitu saja. Perempuan energik itu lebih dulu mengikuti program pemberdayaan melalui sekolah lapang yang digelar selama pandemi Covid-19, sekitar 2020 hingga 2022.

Saat itu, masyarakat menghentikan aktivitas membuka cangkang kepiting, pekerjaan paruh waktu yang banyak dilakukan perempuan pesisir Kure Caddi, untuk membantu mencegah penyebaran virus corona.

Akibatnya, banyak perempuan kehilangan penghasilan dan hanya bergantung pada pendapatan suami dari melaut. Dari sinilah pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan mangrove mulai dikembangkan, terutama lewat berbagai inovasi yang mendorong kemandirian ekonomi.

“Dulu kita belajar di sekolah lapang dengan Bu Ratna dari Blue Forest. Kami dibentuk dalam kelompok-kelompok. Ada yang membuat teh mangrove seperti saya, ada yang membuat kerupuk, sambal, dan macam-macam,” ujar Dg. Cora.

Masyarakat mengakui peran Blue Forest dalam meningkatkan pengetahuan tentang manfaat dan pemanfaatan mangrove. Lembaga swadaya masyarakat yang berfokus pada perlindungan, rehabilitasi, dan restorasi ekosistem pesisir serta hutan mangrove itu juga terlibat dalam upaya rehabilitasi mangrove di Kure Caddi sejak 2013.

Intervensi tersebut diawali dengan riset untuk mengenali kondisi mangrove Kure Caddi menggunakan pendekatan Ecological Mangrove Restoration (EMR). Sejak itu, tambak-tambak yang sebelumnya tidak produktif kembali menghijau.

Kini, bentangan mangrove seluas 12 hektar tumbuh lebat dan dapat terlihat bahkan melalui citra satelit. Kawasan itu menjadi benteng sekaligus rumah baru bagi kehidupan pesisir.

Pertumbuhan mangrove bukan sekadar membuat pepohonan semakin rimbun. Kehadirannya memulihkan rantai kehidupan yang lebih kaya. Berbagai jenis burung, kepiting, dan kerang kembali hadir, sementara ikan-ikan kecil menemukan tempat berlindung.

Keanekaragaman hayati yang sempat hilang kini kembali memenuhi kawasan pesisir. Mangrove menjadi ruang hidup bagi biota laut sekaligus sumber manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Namun, konservasi mangrove tidak dapat berdiri di atas perut yang lapar. Agar masyarakat bersedia bergotong royong menjaga kawasan, manfaat ekonomi dari hutan mangrove harus dapat mereka rasakan secara langsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
kj cup 26

Open Dining of Jakarta, Wisata Kuliner Baru di Atas Bus dengan Panorama Ibu Kota

Open Dining of Jakarta, Wisata Kuliner Baru di Atas Bus dengan Panorama Ibu Kota

25 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.