Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PT KAI Catat Realisasi BBM Subsidi Capai 119,44 Juta Liter

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 17:20 WIB | Oleh:
PT KAI Catat Realisasi BBM Subsidi Capai 119,44 Juta Liter Doc: KAI

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat realisasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mencapai 119.442.914 liter. Jumlah tersebut setara dengan 55,73 persen dari total alokasi kuota tahunan sebanyak 214.342.000 liter.

KAI masih memiliki sisa kuota bahan bakar bersubsidi sebanyak 94.899.086 liter untuk kebutuhan operasional. Volume cadangan energi sisa itu setara dengan 44,27 persen dari total jatah pagu tahunan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan tata kelola bahan bakar bersubsidi tersebut. Perusahaan melaporkan catatan pemakaian bahan bakar minyak subsidi itu pada Senin (20/7).

“Setiap liter BBM bersubsidi merupakan amanah yang harus dikelola secara tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Data penggunaan dipantau berdasarkan kuota, realisasi, sisa kuota, jenis layanan, serta wilayah operasi,” ujar Anne.

PT Kereta Api Indonesia mengalokasikan bahan bakar minyak bersubsidi sebanyak 106.370.771 liter untuk penumpang. Volume penggunaan tersebut menyerap sekitar 89,06 persen dari total realisasi pemakaian bahan bakar bersubsidi.

Layanan angkutan peti kemas mengonsumsi bahan bakar minyak bersubsidi sebanyak 9.404.309 liter dalam periode tersebut. Sementara itu, jatah bahan bakar minyak bersubsidi untuk layanan angkutan parcel mencapai 1.964.531 liter.

Anne menerangkan skema pemantauan berkala guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan bakar operasional perusahaan tersebut. Komoditas semen mengonsumsi sebanyak 1.412.702 liter, sedangkan klinker menggunakan 290.601 liter bahan bakar subsidi.

“Pengawasan berbasis data memberi ruang bagi perusahaan untuk melihat pola pemakaian lebih awal. Ketika terdapat perubahan kebutuhan operasional, penanganannya dapat dilakukan dengan tetap mengacu pada ketentuan dan ketersediaan kuota,” kata Anne.

Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat pemakaian BBM subsidi terbesar dengan jumlah mencapai 26.643.480 liter. Sementara Daerah Operasi 1 Jakarta menggunakan 26.260.574 liter dan Daerah Operasi 6 Yogyakarta menyerap 13.088.062 liter.

Ia memaparkan komitmen perusahaan terkait penerapan asas keterbukaan informasi dalam distribusi bahan bakar tersebut. Realisasi pemakaian bahan bakar nonsubsidi hingga tanggal 13 Juli 2026 tercatat mencapai 20.673.801 liter.

“Pemisahan subsidi dan nonsubsidi merupakan bagian penting dari disiplin tata kelola. Alokasi subsidi digunakan sesuai peruntukannya, sementara kebutuhan di luar alokasi tersebut dicatat sebagai penggunaan nonsubsidi,” ucap Anne. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Indonesia Terima Hibah Kapa...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.