Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menbud Tekankan Pentingnya Fakta dalam Memahami Sejarah

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 19:05 WIB | Oleh:
Menbud Tekankan Pentingnya Fakta dalam Memahami Sejarah Doc: RRI/Annisa Ramadhannia
Ket. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon

JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menyoroti beragam penafsiran sejarah di masyarakat yang perlu disikapi melalui pemahaman berdasarkan fakta. Menurut dia, Museum Kesaktian Pancasila memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman sejarah yang utuh kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, peristiwa sejarah di Lubang Buaya mencatat penculikan dan pembunuhan sejumlah jenderal oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Peristiwa tersebut berkaitan dengan upaya pengambilalihan kekuasaan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

"Data dan fakta yang aktual itulah yang sesungguhnya penting. Apa yang terjadi di Lubang Buaya merupakan fakta sejarah," ujar dia saat ditemui wartawan usai peresmian museum Kesaktian Pancasila, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10).

Ia menegaskan, para sejarawan memiliki otoritas keilmuan untuk menjelaskan berbagai peristiwa berdasarkan bukti dan penelitian yang mendalam. Ia juga menyoroti penyebaran potongan informasi sejarah berdurasi singkat melalui media sosial yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Karena itu, masyarakat perlu mencermati sumber informasi dan referensi sebelum menerima maupun menyebarkan kembali narasi sejarah. Ia mengingatkan, informasi tanpa sumber jelas berisiko mengaburkan fakta sejarah dan membentuk pemahaman keliru di tengah masyarakat.

"Memang sebaiknya harus ada juga referensinya dari mana. Kutipannya itu dari mana, yang bisa dipertanggungjawabkan," ujar dia.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Sultan Bachtiar Najamudin, mengatakan Pancasila harus menjadi napas kehidupan sehari-hari. Ia menyebut nilai Pancasila perlu hadir dalam berbagai bidang, termasuk demokrasi dan ekonomi.

Sultan mengatakan Pancasila memiliki peran dalam mempersatukan bangsa dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menilai pemaknaan Pancasila perlu dibawa sesuai dengan kondisi kekinian.

"Iya hari Kesaktian Pancasila, kan namanya juga sudah sakti ya, bahwa Pancasila yang justru mempersatukan kita, mempertahankan NKRI. Kalau kondisi terkini kita bawa dengan kondisi kekinian, saya memaknai bahwa Pancasila harus menjadi napas, napas kehidupan keseharian kita," ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.