Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sempat Hampir Punah, Pemerintah Rwanda Sukses Lakukan Konservasi Gorila Gunung

📅 Sabtu, 18 Jul 2026, 07:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sempat Hampir Punah, Pemerintah Rwanda Sukses Lakukan Konservasi Gorila Gunung Doc: awf.org
Ket. Gorilla gunung semat hampir punah akibat konflik

JAKARTA - Duta Besar Rwanda untuk Indonesia Abdul Karim Harelimana menyoroti kesuksesan Rwanda dalam melaksanakan konservasi gorila gunung dari yang jumlahnya kurang dari 300 ekor menjadi lebih dari tiga kali lipat pasca genosida pada 1994.

Dalam wawancara singkat setelah peringatan Hari Pembebasan Rwanda di Jakarta, Jumat (17/7) malam, Harelimana mengatakan bahwa gorila gunung di Rwanda pernah berada di ambang kepunahan sebelum 1994.

Dia menyebutkan bahwa setelah genosida 1994, populasi gorila gunung diperkirakan tersisa kurang dari 300 ekor. Namun, Harelimana mengatakan bahwa kini jumlahnya meningkat lebih dari tiga kali lipat berkat kebijakan konservasi, pelindungan habitat dan komitmen pemerintah dalam menjaga keanekaragaman hayati.

Harelimana mengatakan bahwa penelitian dan advokasi oleh Dian Fossey terkait gorila gunung berperan besar dalam mendorong upaya pelindungan gorila gunung di habitat alaminya.

Rwanda juga menggelar upacara tahunan Kwita Izina setiap September untuk memberi nama gorila yang baru lahir. Tokoh internasional dari berbagai bidang diundang sebagai bagian dari kampanye global untuk mendukung konservasi satwa tersebut, kata Dubes Rwanda itu.

Selain itu, Dubes Rwanda itu juga menyatakan bahwa Pemerintah Rwanda telah melarang penggunaan kantong plastik di negara tersebut sejak 2012 sebagai salah satu bentuk pelindungan terhadap lingkungan.

“Kantong plastik tidak diizinkan di Rwanda. Jika Anda seorang warga negara asing yang datang ke Rwanda dengan kantong plastik, seseorang di perbatasan akan mengambilnya dari Anda dan memberi Anda alternatif untuk membawa apa pun yang Anda bawa di dalam kantong itu,” ujarnya.

Dubes Rwanda itu pun mengatakan bahwa Indonesia dan Rwanda dapat saling belajar satu sama lain untuk melindungi lingkungan dan konservasi satwa.

Dubes Harelimana itu juga menyampaikan bahwa Indonesia dan Rwanda sedang membahas Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA) sebagai salah satu penguatan kerja sama kedua negara.

Dia menyebutkan bahwa delegasi dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Kementerian Perdagangan RI, dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia telah mengunjungi Kigali, ibu kota Rwanda, pada Februari untuk membahas perjanjian tersebut.

Menurut Harelimana, pembahasan PTA menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara, seraya menambahkan bahwa kunjungan delegasi Indonesia kemudian disusul oleh kunjungan delegasi Rwanda ke Jakarta pada Juni.

Dia juga menyampaikan bahwa kerja sama kedua negara berkembang melalui kemudahan visa, meningkatnya jumlah mahasiswa Rwanda di Indonesia, serta bertambahnya kunjungan wisatawan Rwanda ke Bali dan wisatawan Indonesia ke Rwanda.

Dia menyebutkan bahwa hubungan kedua negara juga terus diperkuat melalui pertukaran budaya dan interaksi masyarakat.

Kedubes Rwanda memperingati Hari Pembebasan Rwanda (Kwibohora) ke-32 yang bertajuk “Kwibohora 32 – Rwanda’s Journey Continues” di Jakarta pada Jumat malam, sekaligus merefleksikan perjalanan panjang Rwanda dalam membangun kembali bangsa pascatragedi genosida terhadap Tutsi pada 1994.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pramuka Dukung Upaya Ketahanan Pangan

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pramuka Dukung Upaya Ketaha...

Pelatihan Kerajinan Kain Ecoprint

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pelatihan Kerajinan Kain Ec...

Festival Gerbang Nusantara 2026 Resmi Dibuka

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Festival Gerbang Nusantara ...
Daerah
Pelatihan kerja berbasis ko...

Mekarnya Bunga Suweg di Kranji Bekasi

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Mekarnya Bunga Suweg di Kra...
Gempa Bumi Kuat M7,3 Mengguncang Perbatasan Meksiko-Guatemala

Gempa Bumi Kuat M7,3 Mengguncang Perbatasan Meksiko-Guatemala

18 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.