Wisata Kebugaran Jadi Andalan Baru, Indonesia Incar Devisa dari Tren Hidup Sehat
📅 Jumat, 17 Jul 2026, 09:00 WIB | Oleh: Tim PenulisMasyarakat kini juga semakin menggambarkan pengalaman yang autentik, interaksi yang nyata, serta tempat-tempat yang mampu membangkitkan emosi dan meninggalkan kesan mendalam.
“Extreme AI is creating extreme analog. Tren tersebut tercermin dari berkembangnya experience economy, termasuk sektor fitness and wellness yang menjadi salah satu industri dengan pertumbuhan tercepat di dunia,” ujar Widiyanti.
Sedangkan potensinya menurut Global Wellness Institute, nilai global industri yang berfokus pada kebugaran (wellness economy) telah mencapai 6,8 triliun dolar AS pada tahun 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 9,75 triliun dolar AS pada tahun 2029.
UN Tourism juga sebelumnya menyampaikan bahwa wisata olahraga menyumbang sekitar 10 persen dari total belanja wisata global pada tahun 2023 dan diproyeksikan terus tumbuh hingga 17,5 persen pada periode 2023 hingga 2030.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, berdasarkan survey American Express Travel yang dimuat dalam Indonesia Tourism Outlook 2025 dan 2026, hasil kolaborasi kementerian pariwisata bersama Bappenas dan Bank Indonesia, wisatawan khususnya dari kalangan milenial dan gen Z diproyeksikan akan semakin aktif melakukan perjalanan baik domestik maupun internasional.
Motivasinya tidak hanya mengunjungi destinasi tetapi juga untuk memperoleh pengalaman baru, menghadiri events, serta menikmati aktivitas olahraga dan kebugaran.
Data Global Wellness Institute pada tahun 2024 turut menyoroti bahwa Indonesia merupakan negara wellness economy terbesar di Asia Tenggara dengan nilai mencapai 55,77 miliar dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, survey Nielsen Tahun 2025 juga menunjukkan bahwa 86 persen masyarakat Indonesia kini semakin proaktif menjaga kesehatan bahkan berada di atas rata-rata global. Seluruh penggabungan ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang yang sangat dekat untuk menjadi salah satu destinasi unggulan sports and wellness tourism di kawasan.
“Kami meyakini bahwa pengembangan wellness tourism dapat berhasil melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!