Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Pusat Salurkan BSPS 2026 untuk 3.700 RTLH di Kepulauan Riau.

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 13:40 WIB | Oleh:
Pemerintah Pusat Salurkan BSPS 2026 untuk 3.700 RTLH di Kepulauan Riau. Doc: Antara Foto
Ket. Potret perumahan penduduk di kawasan pesisir Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menyebutkan 3.700 rumah tak layak huni (RTLH) di tujuh kabupaten/kota di daerah itu mendapatkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2026 dari pemerintah pusat.

"Program BSPS bertujuan membantu masyarakat memiliki hunian yang lebih layak, sehat, dan aman," kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kepri Said Nursyahdu di Tanjungpinang, Jumat.

Ia mengatakan saat ini proses penyaluran BSPS masih berada pada tahap verifikasi calon penerima. Setiap penerima akan memperoleh bantuan Rp20 juta guna memperbaiki rumah sesuai ketentuan dari program nasional tersebut.

Dana pembangunan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026 dengan pola pembangunan swakelola atau melibatkan langsung kelompok masyarakat penerima BSPS.

"Jadi, nanti sesama penerima BSPS membentuk kelompok, lalu mereka mengelola dana sendiri sekaligus pelaksana kegiatan, sehingga proses rehabilitasi rumah dapat dilakukan secara gotong-royong," ungkapnya.

Ia menargetkan proses verifikasi penerima BSPS segera selesai agar pelaksanaan program ini dapat dimulai dalam beberapa bulan ke depan.

Dia berharap, program bantuan stimulan rumah itu mampu mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat di Kepri, yang mayoritas tinggal di wilayah pesisir.

"Kita sangat menyambut baik program BSPS supaya masyarakat bisa menempati rumah yang lebih layak, karena anggaran daerah juga terbatas untuk mengakomodir perbaikan RTLH di Kepri," demikian Said.

Program BSPS atau program bedah rumah adalah inisiatif pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperbaiki rumah tidak layak huni.

Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan perbaikan 400.000 rumah secara nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.