Mentari Pagi di Ambon: Momen Anak SD Menggenggam Tangan Ayah Sebelum Masuk Sekolah.
📅 Jumat, 17 Jul 2026, 13:22 WIB | Oleh: Yebdi TrismarKarena itu, Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat budaya pengasuhan melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), yang mendorong para ayah hadir secara aktif dalam kehidupan anak.
Gerakan ini diperkuat melalui Gerakan Ayah Teladan bagi Aparatur Sipil Negara (GAT-Link), yang mendorong ASN menjadi teladan dalam membangun keluarga berkualitas. Pemerintah juga mengampanyekan gerakan “Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah” sebagai simbol bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama ayah dan ibu.
Menurut Edi, seluruh gerakan tersebut bukan sekadar seremoni.
“Yang ingin dibangun adalah perubahan budaya. Anak membutuhkan figur ayah yang hadir secara konsisten dalam kesehariannya, bukan hanya pada momen tertentu,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tantangan ayah di wilayah kepulauan
Sebagai provinsi kepulauan, Maluku memiliki tantangan tersendiri dalam pengasuhan anak. Banyak kepala keluarga bekerja sebagai nelayan, pelaut, atau pekerja antarpulau yang mengharuskan mereka meninggalkan rumah dalam waktu lama.
Meski demikian, menurut Edi, kondisi geografis tidak boleh menjadi alasan hilangnya peran ayah dalam pengasuhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Yang dibutuhkan anak bukan selalu waktu yang panjang, tetapi perhatian yang tulus dan komunikasi yang berkualitas," katanya.
Di sinilah nilai Pela Gandong kembali menemukan relevansinya. Filosofi tentang saling menjaga itu mengajarkan bahwa jarak tidak semestinya memutus hubungan emosional. Kedekatan tetap dapat dipelihara melalui komunikasi, perhatian, dan komitmen bersama dalam membesarkan anak.
Semangat berbagi tanggung jawab tersebut pada akhirnya mendorong ayah dan ibu untuk menjadi mitra yang setara dalam mendidik generasi penerus.
Komitmen untuk memperkuat peran ayah juga ditunjukkan Pemerintah Provinsi Maluku. Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa membentuk Forum Komunitas Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) melalui Keputusan Gubernur Maluku Nomor 796 Tahun 2026. Forum tersebut menjadi wadah kolaborasi antarperangkat daerah untuk membangun budaya pengasuhan yang melibatkan ayah secara aktif.
Menurut Hendrik, peran ayah tidak dapat dibatasi hanya sebagai penanggung jawab ekonomi keluarga.
"Peran ayah di dalam rumah tangga bukan sekadar sebagai mesin pencari nafkah materi. Tugas Anda tidak selesai ketika Anda telah mengirimkan uang belanja atau membayar biaya sekolah," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!