Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Prajogo Pangestu Bidik Akuisisi Raksasa Panas Bumi Filipina, Penawaran Capai $5 Miliar

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 14:05 WIB | Oleh:
Prajogo Pangestu Bidik Akuisisi Raksasa Panas Bumi Filipina, Penawaran Capai $5 Miliar Doc: Istimewa
Ket. EDC sendiri merupakan aset strategis di sektor energi Filipina. Perusahaan yang diakuisisi Grup Lopez dari pemerintah Filipina pada 2007 itu mengoperasikan 16 pembangkit listrik panas bumi dengan total kapasitas terpasang 1.302,78 megawatt, menjadikannya produsen panas bumi terbesar di negara tersebut.

JAKARTA – Grup energi milik konglomerat Indonesia Prajogo Pangestu, Barito Renewables Energy, tengah membidik akuisisi Energy Development Corp. (EDC), perusahaan panas bumi terbesar di Filipina, dalam transaksi yang diperkirakan bernilai sekitar 5 miliar dolar AS.

Rencana tersebut diungkap dalam laporan Forbes baru-baru ini setelah First Gen Corp., pemegang saham terbesar EDC yang berbasis di Manila, mengonfirmasi telah menerima penawaran awal dari Barito Renewables Energy. Namun, perusahaan menegaskan bahwa penawaran tersebut masih bersifat indikatif, tidak mengikat, dan masih harus melalui proses uji tuntas (due diligence) serta memperoleh berbagai persetujuan yang diperlukan.

Dalam keterbukaan informasi pada Selasa (14/7), First Gen menyatakan hingga saat ini belum ada pembahasan resmi maupun kesepakatan yang ditandatangani antara kedua belah pihak.

"Hingga saat ini, belum ada diskusi antara para pihak, belum ada perjanjian yang ditandatangani," kata First Gen dalam pernyataannya.

Perusahaan yang dikendalikan keluarga taipan Filipina Federico Lopez itu juga menyebut belum menunjuk penasihat keuangan untuk menangani potensi transaksi tersebut.

EDC sendiri merupakan aset strategis di sektor energi Filipina. Perusahaan yang diakuisisi Grup Lopez dari pemerintah Filipina pada 2007 itu mengoperasikan 16 pembangkit listrik panas bumi dengan total kapasitas terpasang 1.302,78 megawatt, menjadikannya produsen panas bumi terbesar di negara tersebut. Selain itu, EDC juga memiliki hampir 300 megawatt kapasitas pembangkit energi terbarukan lain yang berasal dari tenaga air, surya, dan angin.

Jika akuisisi ini terwujud, langkah tersebut akan semakin memperkuat ekspansi Prajogo Pangestu di sektor energi bersih kawasan Asia Tenggara.

Sejak 2023, Prajogo memang agresif memperluas bisnis energinya. Setelah mencatatkan perusahaan tambang batu bara Petrindo Jaya Kreasi, ia juga membawa Barito Renewables Energy melantai di bursa. Perusahaan ini merupakan induk dari Star Energy Geothermal Group, produsen panas bumi terbesar di Indonesia dengan kapasitas sekitar 886 megawatt yang berasal dari tiga proyek pembangkit listrik panas bumi di Jawa Barat.

Ekspansi Barito tidak berhenti di Indonesia. Pada 2024, Prajogo menggandeng ACEN, perusahaan energi milik konglomerat Filipina Jaime Augusto Zobel de Ayala, untuk mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia.

Langkah ekspansi regional juga berlanjut ke Singapura. Pada April 2025, perusahaan patungan antara Chandra Asri Pacific dan raksasa perdagangan komoditas Glencore menuntaskan akuisisi aset kilang minyak dan petrokimia milik Shell di Singapura. Lima bulan berselang, Chandra Asri kembali memperluas bisnisnya dengan mengakuisisi jaringan stasiun pengisian bahan bakar Esso di negara tersebut.

Menurut data real-time Forbes, Prajogo Pangestu saat ini memiliki kekayaan sekitar 15,4 miliar dolar AS, menjadikannya salah satu orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya berawal dari bisnis kehutanan melalui Barito Pacific, yang kemudian berkembang menjadi kelompok usaha besar di sektor energi dan petrokimia.

Sementara itu, keluarga Lopez termasuk salah satu keluarga terkaya di Filipina dengan estimasi kekayaan sekitar 285 juta dolar AS. Selain memiliki bisnis energi, mereka juga berinvestasi di sektor properti dan media, termasuk melalui ABS-CBN, jaringan televisi terbesar Filipina yang berhenti mengudara secara bebas setelah izin siarannya tidak diperpanjang oleh Kongres pada 2020.

Kabar mengenai potensi akuisisi ini langsung disambut positif pasar. Saham First Gen ditutup melonjak 18,4 persen pada perdagangan di Bursa Manila, setelah sebelumnya sempat melesat hingga 33,3 persen di tengah antusiasme investor terhadap kemungkinan terjadinya transaksi bernilai jumbo tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Jalan Tol Bayung Lencir akan Menghubungkan Sumsel-Jambi

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jalan Tol Bayung Lencir aka...

UB Kembangkan Bilik Toilet Modular Berbahan Sampah Plastik

49 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
UB Kembangkan Bilik Toilet ...
Megapolitan
Jakarta Sukses Besar Berhas...

Inovasi dan Terobosan untuk Komoditas Cabai

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Inovasi dan Terobosan untuk...

Laskar Mataram Pastikan Tetap Bermarkas di Bantul

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Laskar Mataram Pastikan Tet...
Event Jakarta Akhir Pekan 18-19 Juli 2026: Ada Flying Trapeze hingga Diskon FJGS

Event Jakarta Akhir Pekan 18-19 Juli 2026: Ada Flying Trapeze hingga Diskon FJGS

17 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.