Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wisatawan Dilarang ke Gunung Anak Krakatau, Disparekaf Lampung: Kawasan Ini Cagar Alam, Bukan Tempat Wisata

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 14:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wisatawan Dilarang ke Gunung Anak Krakatau, Disparekaf Lampung: Kawasan Ini Cagar Alam, Bukan Tempat Wisata Doc: ANTARA
Ket. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung Tony Ferdiansyah saat memberi keterangan terkait Festival Krakatau 2026.

BANDARLAMPUNG - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung menyatakan bahwa Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu cagar alam yang dilindungi undang-undang bukan destinasi wisata yang dapat dikunjungi wisatawan.

"Seperti yang kita tahu Gunung Anak Krakatau ini bukanlah tempat wisata, tetapi cagar alam yang dilindungi dan harus dijaga. Kawasan ini hanya diperuntukkan bagi kegiatan konservasi," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung Tony Ferdiansyah di Bandarlampung, Jumat (17/7).

Ia mengatakan kawasan Gunung Anak Krakatau tersebut juga tidak diperbolehkan untuk dikunjungi oleh wisatawan sebagai destinasi wisata.

"Oleh karena itu, wisatawan jangan masuk ke kawasan Gunung Anak Krakatau, kami imbau paling jauh boleh mendekat itu hanya radius lima kilometer saja jangan sampai mendekati. Kalau dulu masih boleh radius dua kilometer, tapi dengan kondisi saat ini radius lima kilometer menjadi titik aman," katanya.

Dia menjelaskan dengan kondisi Gunung Anak Krakatau yang aktivitas vulkanik cukup aktif, dan saat ini berada dalam level III. Maka, wisatawan dilarang untuk terlalu dekat dengan kawasan konservasi tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Lampung untuk mengedukasi wisatawan atau masyarakat disana agar tidak mendekat kesana dalam bentuk apapun. Karena melihat aktivitas gunung yang meningkat," ucap dia.

Ia mengatakan dengan kondisi Gunung Anak Krakatau pada level III, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk pelaksanaan kegiatan tabur bunga di area tersebut saat pelaksanaan Festival Krakatau 2026.

"Rencana awal saat Festival Krakatau 2026 itu akan ada tabur bunga, namun melihat kondisi Gunung Anak Krakatau yang aktif lagi dan masuk level II, maka kami terus memantau kondisi ke depannya dan mempersiapkan mengganti konsep tabur bunga dengan yang lain," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Kualitas Udara Palangka Ray...
Daerah
Korban Gempa NTT Masih Ting...
Ekonomi
Fantastis! Misi Dagang Sumu...
Ekonomi
Gekrafs Tembus Italia! DPLN...
Advertisement
Pendaftaran Lowongan Pegawai KAI Hanya Lewat Situs Resmi & Gratis, Pencari Kerja Diminta Waspadai Penipuan

Pendaftaran Lowongan Pegawai KAI Hanya Lewat Situs Resmi & Gratis, Pencari Kerja Diminta Waspadai Penipuan

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.