Jepang Merevisi UU Suksesi Kekaisaran, tapi Perempuan tetap Dilarang Menjadi Kaisar
📅 Jumat, 17 Jul 2026, 11:48 WIB | Oleh: Tim PenulisHarian terlaris Yomiuri Shimbun, yang biasanya menjadi pendukung vokal LDP, juga mengkritik pemerintah dalam editorial baru-baru ini.
Keluarga kekaisaran kini berjumlah 16 orang, termasuk lima pria -- kaisar Akihito yang telah pensiun, yang berusia 92 tahun, saudara laki-lakinya yang berusia 90 tahun, kaisar yang berusia 66 tahun, saudara laki-lakinya, dan Hisahito.
Sebuah jajak pendapat Asahi Shimbun pada bulan Mei menunjukkan 72 persen responden mendukung perubahan aturan untuk memungkinkan perempuan naik tahta.
Monarki turun-temurun Jepang konon telah ada sejak lebih dari 2.600 tahun yang lalu, termasuk kaisar-kaisar awal yang keberadaannya masih diperdebatkan, serta beberapa kaisar perempuan dari beberapa ratus tahun yang lalu. Takhta secara konsisten diwariskan melalui garis keturunan laki-laki.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!