Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karya 7 Perupa Cetak Grafis Hadir di Paviliun Indonesia di Venice Biennale Arte 

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 23:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Karya 7 Perupa Cetak Grafis Hadir di Paviliun Indonesia di Venice Biennale Arte  Doc: Antara

Jakarta - Paviliun Indonesia di Venice Biennale Arte 2026 hadirkan pameran bertajuk “Printing the Unprinted” yang menampilkan karya terbaik dari tujuh perupa tanah air lintas generasi dalam medium seni cetak grafis.

Dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu, pameran ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Danantara Indonesia Trust Fund, dengan kurator Aminudin TH Siregar, berlangsung di Scuola Internazionale di Grafica, Venesia.

Para seniman menghadirkan narasi pelayaran abad ke-15 untuk menghidupkan kembali kisah pelayaran selama 14 tahun (1472-1486) yang diciptakan secara bersama atas kolaborasi tujuh seniman, di antaranya Agus Suwage, Syahrizal Pahlevi, Nurdian Ichsan, R.E. Hartanto, Theresia Agustina Sitompul, Mariam Sofrina, dan Rusyan Yasin.

Pertama, terdapat karya yang bercerita tentang perjalanan armada yang dikisahkan melalui sudut pandang Datu Na Tolu Hamonangan, seorang arsiparis imajiner dari Harajaon Pusuk Buhit di Sumatra, bertolak dari Danau Toba, menyusuri pesisir Sumatra Barat, Malaka, Teluk Benggala, Gujarat, Hormuz, Laut Merah, Aleksandria, hingga akhirnya mencapai Venesia dan Eropa Tengah.

Ia mendokumentasikan perjalanan ini dalam manuskrip Printing the Unprinted: The Story of the Grand Voyage.

Selama berabad-abad, manuskrip ini menyimpan misteri, yaitu himpunan cetakan etsa, gambar, sketsa dan teks yang menunggu untuk ditemukan dan dimaknai. Manuskrip ini memuat 21 etsa yang dibagi ke dalam 8 babak membentuk narasi yang kaya dari berbagai sudut pandang.

Kisah kedua dengan tema Sea Power and Navigation berkisah tentang Sang Admiral yang memimpin armada. Admiral Mangaraja Laut Mangiring pada 1472, mempelajari rute bintang dan peta-peta Arab dari Malaka sebelum bertolak mengikuti angin monsun barat daya bersama navigator Batak, juru mudi Melayu, penerjemah Tamil, dan astronom Persia.

Kapalnya menghadapi badai dahsyat di Selat Hormuz, dan empat belas tahun kemudian, sang admiral pulang dengan rambut yang telah memutih dan membawa pulang pengetahuan bahwa laut menghubungkan dunia-dunia yang jauh menjadi satu.

Perjalanan ini divisualisasikan oleh R.E. Hartanto melalui tiga lembar etsa berjudul Departure Under the Southwest Monsoon Wind (1472); Storm Off Hormuz; dan The Aging Admiral’s Face.

Bagian ketiga menggambarkan kisah Sang Navigator dengan tema Maps and Astronomy yang dibuat oleh Syahrizal Pahlevi yang membuat visualisasi dalam tiga lembar etsa berjudul Rewriting the Circle of the World; Library of Florence; dan The Inversion of the World Map.

Babak keempat menceritakan tentang Sang Naturalis dengan tema Flora and Fauna, yang divisualisasikan oleh Rusyan Yasin dalam tiga etsa berjudul Camphor Specimens and Andalas Wood; Encounters in the Alps; dan Garden of Two Climates.

Babak selanjutnya, yang kelima, mengangkat tema Faces and Culture yang bercerita tentang Masyarakat. Pelayaran ini juga adalah pertemuan manusia dengan manusia.

Di Pelabuhan Malaka, bahasa Arab, Tamil, Melayu, dan Tionghoa bercampur dalam situasi perdagangan global. Di pasar musim dingin Venesia, digambarkan orang-orang Eropa menyentuh kain ulos, pelaut Batak mencicipi keju dan roti gandum, dan anak-anak Eropa, dilukiskan oleh Mariam Sofrina melalui tiga lembar etsa berjudul Port of Malacca; Winter Market in Venice; dan West Gorga.

Sementara itu, pada bagian keenam, mengangkat tema Technology and Symbolism yang dieksplorasi oleh Nurdian Ichsan bercerita tentang para Seniman dan Perajin. Melalui tiga etsa berjudul Forging Iron at Lake Toba; Glass and Mechanical Clocks; dan The Hybrid Emblem of Harajaon, dikisahkan pertukaran budaya yang semakin mendalam, para perajin membentuk teknologi dan simbol-simbol baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.