Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Melambat ke 4,3%, Terendah Sejak 2022

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Melambat ke 4,3%, Terendah Sejak 2022 Doc: Sumber: Biro Statistik Nasional Tiongkok/KJ/ones/a

BEIJING – Ekonomi Tiongkok mencatat pertumbuhan paling lambat dalam lebih dari tiga tahun pada kuartal II 2026. Perlambatan terjadi di tengah lemahnya permintaan domestik dan tekanan geopolitik, meski lonjakan ekspor yang didorong booming kecerdasan buatan (AI) membantu menopang kinerja ekonomi.

Dilansir dari AFP, data Biro Statistik Nasional (NBS) yang dirilis Rabu (15/7) menunjukkan produk domestik bruto (PDB) Tiongkok tumbuh 4,3 persen secara tahunan pada periode April–Juni. Angka tersebut berada di bawah perkiraan ekonom yang disurvei AFP sebesar 4,5 persen dan menjadi laju pertumbuhan paling lambat sejak kuartal IV 2022.

Capaian itu juga berada di bawah target pertumbuhan ekonomi tahunan pemerintah Beijing sebesar 4,5–5,0 persen.

Selama beberapa tahun terakhir, krisis sektor properti dan lemahnya konsumsi domestik membuat Tiongkok semakin bergantung pada ekspor sebagai penopang pertumbuhan. Namun, perang di Timur Tengah turut menambah tekanan terhadap perdagangan global karena mengganggu jalur pengiriman melalui Selat Hormuz, rute yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

"Pada semester pertama tahun ini, perekonomian nasional beroperasi dalam kisaran yang wajar," kata NBS dalam pernyataannya.

NBS mengakui masih terdapat berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian eksternal hingga ketidakseimbangan antara kuatnya kapasitas produksi dan lemahnya permintaan domestik.

"Terdapat banyak faktor eksternal yang tidak stabil dan tidak pasti, dan kontradiksi domestik antara pasokan yang kuat dan permintaan yang lemah sangat menonjol. Fondasi untuk perbaikan ekonomi masih perlu dikonsolidasikan," tulis NBS.

Di tengah perlambatan tersebut, sejumlah indikator menunjukkan perbaikan. Penjualan ritel pada Juni tumbuh 1,0 persen secara tahunan, lebih baik dari proyeksi Bloomberg yang memperkirakan penurunan 0,1 persen. Produksi industri juga naik 5,3 persen, melampaui estimasi sebesar 4,6 persen.

Namun, investasi aset tetap masih melemah dengan kontraksi 5,7 persen pada semester pertama, mencerminkan belum pulihnya investasi di sektor-sektor utama.

Ekonom The Economist Intelligence Unit, Yue Su, menilai lemahnya konsumsi rumah tangga masih menjadi tantangan terbesar bagi perekonomian Tiongkok.

"Permintaan domestik yang tertahan akibat rendahnya ekspektasi pendapatan tetap menjadi mata rantai terlemah. Karena itu, kami memperkirakan pemerintah akan lebih fokus mendorong konsumsi pada paruh kedua tahun ini hingga awal 2027 melalui stimulus fiskal, kenaikan upah minimum, atau peningkatan pendapatan pekerja," ujarnya.

Belum Mengubah Arah

Sementara itu, analis Pinpoint Asset Management, Zhang Zhiwei, menilai pemerintah kemungkinan belum akan mengubah arah kebijakannya karena target pertumbuhan tahunan masih dinilai dapat dicapai.

"Kita perlu mengingat bahwa pertumbuhan PDB kuartal pertama mencapai lima persen. Artinya, pemerintah masih berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan tahunan 4,5–5 persen," tulis Zhang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Pemkot Bogor Percepat Penat...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.