Momen Penumpang Ryanair-Air Malta Nyaris Tersedot Keluar, Apa yang Harus Kita Lakukan Jika Jendela Pesawat Pecah?
📅 Kamis, 16 Jul 2026, 15:56 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SKasus paling dikenal terjadi pada 2018 ketika sebuah penerbangan Southwest Airlines mengalami kerusakan mesin yang menyebabkan pecahan logam menghancurkan jendela. Seorang penumpang, Jennifer Riordan, sempat ditarik kembali ke dalam pesawat oleh penumpang lain, tetapi akhirnya meninggal dunia akibat luka-lukanya.
Pada 2024, panel pintu sebuah Boeing 737 MAX milik Alaska Airlines juga terlepas saat pesawat mengudara. Beruntung, kursi di dekat panel tersebut sedang kosong sehingga tidak ada korban jiwa.
Sementara pada 1990, seorang pilot British Airways bahkan sempat tersedot keluar melalui kaca depan kokpit yang terlepas. Rekan-rekannya menahan tubuh sang pilot selama sekitar 20 menit hingga pesawat berhasil mendarat darurat. Meski mengalami luka berat, ia berhasil selamat.
Siapa yang Paling Berisiko?
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut para pakar keselamatan penerbangan, penumpang yang duduk di dekat jendela memiliki risiko terbesar jika terjadi dekompresi akibat jendela pecah, terutama jika tidak mengenakan sabuk pengaman.
Risiko juga lebih tinggi bagi anak-anak atau orang bertubuh kecil yang secara fisik lebih mudah melewati bukaan jendela.
Karena itu, mengenakan sabuk pengaman sepanjang penerbangan tetap menjadi langkah paling sederhana sekaligus paling efektif untuk mengurangi risiko cedera dalam situasi tak terduga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengapa Bisa Terjadi?
Penyebab pasti insiden Ryanair-Air Malta masih diselidiki. Namun, sejumlah pakar mengingatkan bahwa faktor pemeliharaan pesawat menjadi salah satu aspek yang paling penting.
Simon Bennett, pakar keselamatan penerbangan dari University of Leicester, menilai semakin banyaknya pekerjaan perawatan yang dialihdayakan kepada pihak ketiga dapat membuat pengawasan kualitas menjadi lebih rumit jika tidak dilakukan dengan standar yang ketat.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa insiden seperti ini tetap sangat jarang terjadi, dan pesawat modern dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi darurat.
Bagi penumpang, pesan terpenting tetap sama: kenakan sabuk pengaman selama duduk di kursi, dan selalu ikuti instruksi awak kabin. Dalam keadaan darurat, langkah sederhana itu bisa menjadi pembeda antara selamat dan kehilangan nyawa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!