Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masuki Tahap Pembebasan Lahan, Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditarget Pramono Kelar Awal 2027

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 17:39 WIB | Oleh:
Masuki Tahap Pembebasan Lahan, Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditarget Pramono Kelar Awal 2027 Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Ket. Proyek jalan tembus Pasar Minggu di Jalan Kemuning Raya, Jakarta Selatan, Kamis (23/4).

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pembangunan jalan sejajar dengan rel di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dapat rampung pada awal 2027.

"Saya sudah meminta untuk (perbaikan) jalan tersebut selambat-lambatnya harus bisa selesai awal tahun depan," kata Pramono saat ditemui di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (16/7).

Pramono menyebut saat ini proyek pembangunan tersebut sudah memasuki tahap pembebasan lahan.

Sementara itu, sebagian area yang sudah dibebaskan mulai proses pembersihan dan persiapan pembangunan.

"Jadi, jalan sebidang yang di Pasar Minggu, yang segaris dengan rel kereta yang melewati Pejaten, BIN, sekarang ini sudah dalam proses pembebasan lahan dan sebagian sudah mulai dilakukan pembersihan," jelas Pramono.

Pramono memastikan proses pembebasan lahan akan dipercepat agar tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal.

Menurut Pramono, jalan sebidang tersebut berperan penting untuk mengurangi kemacetan di kawasan Pasar Minggu.

"Sehingga dengan demikian, salah satu jalan yang menjadi kemacetan di Jakarta, terutama di Jakarta Selatan, adalah di tempat itu. Mudah-mudahan bisa terurai dengan baik," ucap Pramono.

Adapun proyek jalan sebidang Pasar Minggu merupakan pekerjaan yang telah direncanakan sejak masa kepemimpinan gubernur-gubernur terdahulu.

Pramono berkomitmen menuntaskan proyek tersebut agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

"Karena memang ini sudah dikerjakan dari tujuh gubernur sebelumnya, dan saya memberikan konsentrasi sepenuhnya untuk itu bisa diselesaikan," kata Pramono.

Dari total 118 bidang tanah, hingga 2025 telah dilakukan pembebasan sebanyak 59 bidang tanah, sedangkan 59 bidang tanah lainnya masih dalam proses. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.