Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Revolusi Mikrobioma: saat Ekosistem Usus Mengubah Peta Kedokteran Masa Depan

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 07:18 WIB | Oleh:

Alih-alih mengandalkan suplemen, para ahli justru menekankan pentingnya menjaga keseimbangan mikrobioma melalui kebiasaan sehari-hari. Pola makan kaya serat dari sayur, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan menjadi sumber makanan utama bagi bakteri baik.

Konsumsi makanan fermentasi seperti tempe, yogurt, kimchi, atau kefir juga dapat membantu meningkatkan keragaman mikroorganisme di usus. Selain itu, tidur yang cukup, olahraga teratur, serta penggunaan antibiotik secara bijak tetap menjadi fondasi menjaga kesehatan mikrobioma.

Bagi dunia medis, revolusi mikrobioma baru saja dimulai. Jika dahulu dokter hanya memeriksa organ yang sakit, di masa depan mereka mungkin juga akan memeriksa “ekosistem” di dalam usus sebelum menentukan diagnosis maupun terapi. Apa yang selama ini tersembunyi di balik saluran pencernaan perlahan berubah menjadi salah satu kunci terbesar dalam memahami kesehatan manusia secara menyeluruh.

Perkembangan ilmu mikrobioma juga mendorong lahirnya konsep precision nutrition atau nutrisi presisi. Jika selama ini rekomendasi gizi bersifat umum, para peneliti kini mulai mengembangkan pendekatan yang mempertimbangkan komposisi mikrobioma setiap individu. Artinya, makanan yang sangat baik bagi seseorang belum tentu memberikan manfaat yang sama pada orang lain karena setiap orang memiliki “ekosistem” usus yang berbeda.

Berbagai perusahaan bioteknologi bahkan mulai mengembangkan pemeriksaan mikrobioma melalui sampel feses untuk memberikan rekomendasi pola makan yang lebih personal. Meski teknologinya masih terus berkembang, pendekatan ini diperkirakan akan menjadi bagian penting dari layanan kesehatan di masa depan. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Nasional
CEO Microsoft Usulkan Rem D...
Daerah
Kabut Asap Tak Mengganggu K...

Kekompakan Taktis Pemain Jadi Kunci Kemenangan PSS

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kekompakan Taktis Pemain Ja...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.