Kilas Balik Bagaimana CIA dan Mossad Melacak Ali Khamenei yang Berujung Serangan Udara ke Komplek Kediamannya
📅 Selasa, 14 Jul 2026, 00:06 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMenjelang serangan pada 28 Februari 2026, perburuan itu memasuki tahap menentukan.
CIA, yang telah melacak lokasi dan pola pergerakan Khamenei selama berbulan-bulan, memperoleh informasi bahwa para pejabat tertinggi Iran akan berkumpul di kompleks kepemimpinan di pusat Teheran. Yang paling penting, intelijen AS mendapatkan keyakinan tinggi bahwa Khamenei sendiri akan menghadiri pertemuan tersebut.
Informasi itu segera dibagikan kepada Israel.
Pertemuan tersebut disebut akan dihadiri sejumlah tokoh penting dalam struktur keamanan dan pertahanan Iran. Dengan banyak pejabat senior berada di satu kawasan pada waktu yang sama, Washington dan Tel Aviv melihat sebuah kesempatan yang sangat langka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rencana awal serangan pun diubah.
Amerika Serikat dan Israel sebelumnya disebut merencanakan serangan pada malam hari. Namun, setelah intelijen memastikan pertemuan berlangsung pada Sabtu pagi, waktu operasi disesuaikan untuk memanfaatkan jendela kesempatan tersebut.
Bagi para perencana operasi, masalahnya bukan sekadar mengetahui lokasi Khamenei. Mereka juga harus memastikan bahwa informasi itu cukup akurat ketika keputusan serangan diambil. Berbagai sumber intelijen—termasuk pemantauan komunikasi dan pergerakan menuju kompleks—digunakan untuk memperkuat keyakinan bahwa pertemuan benar-benar berlangsung sesuai rencana.
Setelah konfirmasi diperoleh, operasi bergerak cepat.
Sekitar pukul 06.00 waktu Israel, pesawat-pesawat tempur mulai lepas landas. Serangan kemudian menghantam pusat kepemimpinan Iran di Teheran, Khamenei dan sejumlah tokoh senior Iran tewas dalam serangan gabungan AS–Israel. Laporan lain menyebut serangan terhadap kompleks kepemimpinan sebagai bagian dari gelombang decapitation strikes Angkatan Udara Israel.
Pada saat yang sama, AS memang meluncurkan Tomahawk ke berbagai sasaran di Iran, tetapi belum ada bukti kuat bahwa Tomahawk itulah yang menghantam langsung lokasi Khamenei.
Serangan pembuka itu menjadi puncak dari operasi intelijen panjang yang mempertemukan dua kekuatan berbeda: kemampuan Amerika Serikat dalam melacak dan memprediksi pergerakan target, serta penetrasi intelijen Israel yang telah lama dibangun jauh ke dalam lingkungan keamanan Iran.
Operasi tersebut juga memperlihatkan perubahan besar dalam peperangan modern. Seorang pemimpin negara dapat dikelilingi pengawal dan berada di kompleks yang sangat dijaga, tetapi pola pergerakan orang-orang di sekitarnya tetap dapat meninggalkan jejak digital dan perilaku.
Pada akhirnya, bukan satu penyadapan atau satu sumber rahasia yang menentukan nasib Khamenei. Gambaran itu dibangun dari banyak kepingan informasi selama bertahun-tahun—kamera, jaringan komunikasi, pergerakan pengawal, sumber manusia, dan analisis intelijen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!