Kebakaran Gunung Kawi Melanda 1.538 Hektare, Pipa Air Warga Ikut Terbakar
📅 Kamis, 24 Sep 2026, 15:58 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMALANG - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, masih menjadi perhatian petugas gabungan. Hingga Kamis (24/9), luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 1.538 hektare.
Wilayah terbakar tersebar di sejumlah kawasan, termasuk Kecamatan Wagir dan Dau. Berdasarkan pendataan melalui koordinat lapangan, sekitar 389 hektare berada di kawasan Pos Lapang Merkusi, sementara 1.149 hektare lainnya tercatat di wilayah Pos Lapang Selorejo.
Petugas terus melakukan pemantauan untuk menemukan titik api yang masih berpotensi muncul kembali. Salah satunya berada di Blok Pos 3 Tlekung, tempat tim menemukan titik api yang kemudian dipadamkan secara manual menggunakan metode kebyok dan ilaran.
Pemantauan juga dilakukan di sejumlah lokasi lain, seperti Batu Tulis, Gunung Gentong, serta jalur Princi-Tlekung. Kondisi medan yang sulit dijangkau membuat sebagian penanganan harus dilakukan dengan personel di lapangan dan dukungan pemadaman dari udara.
Selain menghanguskan vegetasi, karhutla juga mulai berdampak pada fasilitas masyarakat. Sekitar 48 meter pipa jaringan air minum berdiameter tiga inci di jalur Gunung Gentong dilaporkan terbakar. Kerusakan tersebut membuat pasokan air menuju Dusun Sumbersari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, terhenti.
“Pendataan jaringan pipa yang terdampak masih terus dilakukan karena kami masih mengecek apakah ada bagian lain yang ikut terbakar,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang Purwoto.
Penanganan kebakaran melibatkan BPBD Kabupaten Malang, BPBD Jawa Timur, TNI-Polri, Perhutani, pemerintah daerah hingga relawan. Selain pemadaman darat, operasi water bombing juga dikerahkan untuk menjangkau titik-titik yang sulit didatangi petugas melalui jalur darat.
Pemadaman udara menyasar sejumlah lokasi, di antaranya Blok Pitrang, Batu Tulis, Komber, serta jalur Pos 3 Princi-Tlekung.
Petugas tetap melakukan penyisiran dan pemantauan karena api dapat kembali muncul setelah sebelumnya berhasil dipadamkan. Pada 22 September, misalnya, tim kembali menemukan titik api di sekitar Puncak Batu Tulis dan langsung melakukan pemadaman secara manual.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!