Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Titik Api Gunung Kawinajang Blitar Tak Terjangkau Jalur Darat, Helikopter Lancarkan Water Bombing di Tengah Cuaca Berawan

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Titik Api Gunung Kawinajang Blitar Tak Terjangkau Jalur Darat, Helikopter Lancarkan Water Bombing di Tengah Cuaca Berawan Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi AI. Operasi pemadaman udara berlangsung di tengah kondisi cuaca berawan. Selain itu, kabut dan asap di kawasan pegunungan turut menjadi kendala karena memengaruhi jarak pandang serta pergerakan helikopter saat menjalankan water bombing.

BLITAR — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kawinajang, Kabupaten Blitar, kembali dilakukan melalui udara. Titik api yang berada di lereng terjal membuat lokasi sulit dijangkau tim pemadam melalui jalur darat.

Helikopter PK-DAP BPBD Jawa Timur dikerahkan untuk melakukan operasi water bombing di wilayah Gunung Kawinajang, Kecamatan Wlingi, Kamis (24/9). Hingga pukul 18.00 WIB, helikopter tersebut telah menjalankan dua sortie dengan total 16 kali penjatuhan air.

Pada sortie pertama, helikopter melakukan sembilan kali water bombing dengan total 9.000 liter air. Sementara pada sortie kedua dilakukan tujuh kali penjatuhan air dengan total 7.000 liter.

Dengan demikian, total air yang dijatuhkan ke area terdampak mencapai 16.000 liter.

Operasi pemadaman udara berlangsung di tengah kondisi cuaca berawan. Selain itu, kabut dan asap di kawasan pegunungan turut menjadi kendala karena memengaruhi jarak pandang serta pergerakan helikopter saat menjalankan water bombing.

Berdasarkan laporan BPBD Jatim, titik api berada di area lereng yang terjal sehingga tidak dapat dijangkau tim penanganan melalui jalur darat. Kondisi tersebut membuat pemadaman dari udara menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk menjangkau area terbakar.

Kepulan asap tebal di kawasan Gunung Kawinajang sebelumnya terpantau saat helikopter PK-DAP melakukan observasi pada 13 September 2026. Namun, dalam pemantauan terbaru dari Pos Pantau Puncak Langit, kepulan asap tidak terlihat karena kawasan tersebut tertutup kabut.

Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1.534 hektare. Data tersebut masih berkembang seiring proses asesmen dan pemantauan di lapangan.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.

BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Blitar dan BPBD Kabupaten Malang masih melanjutkan asesmen serta pemantauan terhadap titik api. Tim pemadam gabungan juga melakukan pemantauan visual dari Pos Merkusi, Pos AJU, dan Pos Selorejo.

Sementara itu, helikopter PK-DAP dijadwalkan melanjutkan upaya water bombing di wilayah Gunung Buthak dan Gunung Kawi sebagai bagian dari penanganan karhutla di kawasan pegunungan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Otomotif
Garda Oto Perkuat Layanan B...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.