Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kilas Balik Bagaimana CIA dan Mossad Melacak Ali Khamenei yang Berujung Serangan Udara ke Komplek Kediamannya

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 00:06 WIB | Oleh:
Kilas Balik Bagaimana CIA dan Mossad Melacak Ali Khamenei yang Berujung Serangan Udara ke Komplek Kediamannya Doc: Istimewa
Ket. Operasi tersebut juga memperlihatkan perubahan besar dalam peperangan modern. Seorang pemimpin negara dapat dikelilingi pengawal dan berada di kompleks yang sangat dijaga, tetapi pola pergerakan orang-orang di sekitarnya tetap dapat meninggalkan jejak digital dan perilaku.

TEHERAN – Serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari 2026 bukanlah operasi yang disiapkan dalam hitungan hari. Di balik serangan Amerika Serikat dan Israel itu terdapat perburuan intelijen panjang untuk menjawab satu pertanyaan paling sulit: di mana tepatnya orang paling dijaga di Iran berada?

Selama bertahun-tahun, jaringan intelijen Israel disebut membangun gambaran terperinci mengenai kehidupan di sekitar pusat kekuasaan Iran. Sasaran mereka bukan hanya Khamenei secara langsung, tetapi juga orang-orang di sekelilingnya—pengawal, pengemudi, pejabat keamanan, hingga pola pergerakan mereka sehari-hari.

Laporan ini disusun dari laporan The New York Times, Al Jazeera, Irish Times, The Week, CBS News, Iran International, Channel News Asia, dan ABC News, yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui operasi tersebut. Mengutip sejumlah sumber intelijen, kamera lalu lintas di Teheran menjadi salah satu sumber informasi. Data yang dikumpulkan kemudian dipadukan dengan penetrasi jaringan telekomunikasi, intelijen sinyal, sumber manusia, dan analisis berbasis algoritma.

Begitu dalam penetrasi itu sehingga seorang pejabat intelijen Israel menggambarkan pengetahuan mereka tentang ibu kota Iran dengan kalimat mencolok.

“Kami mengenal Teheran seperti kami mengenal Yerusalem.” katanya

Pejabat tersebut bahkan menggambarkan tingkat pengenalan itu seperti seseorang yang memahami jalan tempat ia tumbuh besar: ketika sebuah lingkungan sudah dikenal sedemikian baik, satu hal kecil yang tidak berada pada tempatnya akan segera terlihat.

Hampir seluruh jaringan kamera lalu lintas di Teheran telah diretas selama bertahun-tahun. Gambar dari kamera-kamera itu disebut dienkripsi dan dikirim ke server di Israel.

Salah satu kamera bahkan memberikan sudut pandang yang sangat berguna. Dari sana, intelijen dapat mengamati tempat para pengawal dan pengemudi memarkir kendaraan pribadi mereka—detail yang terlihat sepele, tetapi membuka jendela menuju rutinitas di dalam salah satu kompleks paling dijaga di Iran.

Data itu kemudian dipadukan dengan intelijen sinyal, sumber manusia, serta analisis algoritma. Sedikit demi sedikit, profil orang-orang di sekitar elite Iran dibangun: alamat mereka, jam bertugas, rute menuju tempat kerja, dan yang paling penting, siapa yang biasanya mereka lindungi atau antar.

Dari potongan-potongan informasi yang tampak kecil itulah sebuah “pattern of life” atau pola kehidupan dibangun. Jam kerja pengawal, rute perjalanan, lokasi kendaraan, hingga pejabat mana yang biasa mereka dampingi dapat menjadi petunjuk untuk membaca pergerakan lingkaran terdekat Khamenei.

“Ketika Anda mengenal sebuah tempat sebaik Anda mengenal jalan tempat Anda tumbuh besar, Anda akan melihat satu hal saja yang tidak pada tempatnya.”

Kalimat itu menggambarkan inti operasi tersebut. Israel tidak harus selalu melihat Khamenei secara langsung. Perubahan kecil dalam pergerakan pengawal, kendaraan, komunikasi, atau aktivitas di sekitar kompleks kepemimpinan dapat menjadi petunjuk bahwa sesuatu yang penting sedang terjadi.

Kemampuan itu merupakan hasil kampanye intelijen selama bertahun-tahun. Unit intelijen sinyal Israel, Unit 8200, jaringan sumber manusia yang direkrut Mossad, serta data dalam jumlah besar yang dianalisis intelijen militer disebut bersama-sama membangun gambaran terperinci mengenai Teheran.

Perang 12 hari pada 2025 disebut semakin memperkaya pengetahuan intelijen Amerika Serikat mengenai cara Khamenei dan Korps Garda Revolusi Islam berkomunikasi serta berpindah tempat ketika berada di bawah tekanan. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk meningkatkan kemampuan memprediksi pergerakan pemimpin tertinggi Iran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Daerah
Kemenkeu Minta NTB Perluas ...
Nasional
KRI Sriwijaya-100 Resmi Dir...
Daerah
Pemkab Bogor Mulai Aktivasi...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.