Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI Masih Cetak Rupiah 2026 Bertanda Tangan Purbaya-Perry, Ini Penjelasannya

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI Masih Cetak Rupiah 2026 Bertanda Tangan Purbaya-Perry, Ini Penjelasannya Doc: Antara
Ket. ARSIP - Warga mengambil uang melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di kawasan Jagakarsa, Jakarta, Rabu (1/7).

Jakarta – Bank Indonesia (BI) masih mencetak uang rupiah tahun cetak 2026 yang memuat tanda tangan mantan Menteri Keuangan (MenkeuI) Purbaya Yudhi Sadewa dan mantan Gubernur BI Perry Warjiyo meski keduanya sudah tidak lagi menjabat.

"Cetak uang itu kan hal yang normal. Setiap tahun kita cetak uang," kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam Konferensi Pers Sinergi Kebijakan Moneter dan Fiskal di Bank Indonesia (BI), Jakarta, Kamis (24/9), saat menjelaskan pencetakan uang untuk memenuhi kebutuhan uang kartal masyarakat.

Menurut Destry, BI harus memastikan ketersediaan uang kartal tetap mencukupi, termasuk bagi masyarakat di wilayah yang akses terhadap layanan dan transaksi digital masih terbatas.

Pencetakan uang setiap tahun juga dilakukan dengan mempertimbangkan proyeksi kebutuhan uang beredar. BI bersama pemerintah membahas kebutuhan tersebut, termasuk rencana penerbitan uang kertas dan uang logam untuk periode berikutnya.

"Pada awal itu selalu kami bicarakan dengan pemerintah, kira-kira berapa target dari uang beredar nanti di dalam satu periode," ujarnya.

Oleh karena itu, uang rupiah dengan tanda tangan Purbaya dan Perry masih diterbitkan karena proses pencetakan dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus pada awal maupun akhir tahun.

BI sebelumnya memastikan uang rupiah tahun cetak 2026 yang memuat tanda tangan Purbaya dan Perry tetap merupakan alat pembayaran yang sah. Pergantian Menteri Keuangan maupun Gubernur BI tidak memengaruhi keabsahan uang yang telah diproduksi dan diedarkan.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan uang rupiah tahun cetak 2026 yang memuat tanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan dan Perry Warjiyo selaku Gubernur BI diproduksi sesuai dengan proses pencetakan yang telah ditetapkan dan tetap merupakan alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Selanjutnya, uang rupiah yang diproduksi pada periode berikutnya akan menyesuaikan dengan tanda tangan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia yang menjabat sesuai dengan ketentuan dan tahapan pengelolaan uang rupiah," kata Ramdan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

TNI dan ADF Gelar Latihan Operasi Amfibi

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
TNI dan ADF Gelar Latihan O...
Ekonomi
GPM Meriahkan Peringatan Ha...

Eksplorasi Mata Air dari Sungai Bawah Tanah

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Eksplorasi Mata Air dari Su...
Luar Negeri
Delapan Negara Bagian AS Gu...

Kepala dan Wakil Kepala BPGMN Resmi Dilantik

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kepala dan Wakil Kepala BPG...

Olah TKP Ledakan

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Olah TKP Ledakan
Megapolitan
Benyamin S Award untuk Ting...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.