Pendidikan Gratis SD hingga Kuliah Ditargetkan Mulai 2028, Anggarannya Rp302 Triliun
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengatakan program pendidikan gratis untuk jenjang sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi ditargetkan mulai direalisasikan secara bertahap pada 2028.
Saat ini, DPR RI bersama pemerintah masih memetakan kebutuhan anggaran program tersebut karena cakupannya yang luas.
"Yang pertama di Badan Anggaran untuk SD, SMP itu baru kami anggarkan Rp5 triliun. Tapi komitmen kami nanti baru di 2028. Sebagaimana disampaikan oleh Presiden (mencakup) SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi," ujar Said di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/9).
Menurut Said, berdasarkan penghitungan sementara, kebutuhan anggaran pendidikan gratis untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA mencapai sekitar Rp210 triliun. Sementara kebutuhan untuk perguruan tinggi diperkirakan sekitar Rp92 triliun.
Dengan demikian, total kebutuhan anggaran program pendidikan gratis dari SD hingga perguruan tinggi diperkirakan mencapai sekitar Rp302 triliun.
Said mengatakan pemerintah akan terlebih dahulu menjalankan program percontohan (pilot project) dengan anggaran sekitar Rp5 triliun. Berdasarkan rekomendasi Banggar, program tersebut diprioritaskan untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pelaksanaan pendidikan gratis, kata dia, tidak akan dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan anggaran dan tata kelola.
"Walaupun kita ingin sebenarnya sekolah gratis ini SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi itu bertahap yang paling ideal. Karena khawatir kalau tidak dipersiapkan secara matang nanti akan menimbulkan persoalan di tata kelola," katanya.
Said memperkirakan cakupan program pada 2028 dapat dimulai sekitar 60-75 persen sebelum diperluas hingga 100 persen pada tahun berikutnya.
"Katakanlah di 2028, 60-75 persen dulu baru di tahun berikutnya, 2029 bisa 100 persen. Saya ingin mencoba realistis," ujarnya.
Menurut dia, pemerintah masih perlu menghitung kebutuhan anggaran secara lebih komprehensif, termasuk biaya per siswa dan jumlah sekolah yang akan menerima program tersebut.
Siapkan Grand Design
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menteri mempercepat penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri sekaligus mematangkan rencana pendidikan gratis di perguruan tinggi negeri (PTN).
Teddy mengatakan arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas yang membahas perluasan akses pendidikan negeri gratis mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 164 ribu sekolah negeri pada jenjang tersebut di seluruh Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!