Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Begal Terbanyak di Wilayah Penyangga dan Jakbar

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 14:30 WIB | Oleh:
Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Begal Terbanyak di Wilayah Penyangga dan Jakbar Doc: Humas Polres Jakarta Utara

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa kasus begal di wilayah DKI Jakarta paling banyak terjadi di kawasan penyangga serta Jakarta Barat. Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imannuddin, menyebut terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi tingginya angka kejahatan tersebut.

Iman menjelaskan bahwa persebaran kasus kriminal memiliki kaitan dengan teori kejahatan yang dikenal sebagai “teori balon”.

“Sebagaimana teori kejahatan, teori balon, jadi ketika dilakukan penegakan hukum di wilayah ini maka berpotensi berdampak pada wilayah di sekitarnya,” ujar dia, Sabtu (23/5).

Iman menilai anggapan bahwa Jakarta Barat menjadi pusat maraknya aksi begal juga dipengaruhi oleh masifnya penyebaran informasi di media sosial dan berbagai platform digital. Menurut dia, kasus serupa juga terjadi di wilayah lain, namun tidak mendapat sorotan yang sama.

“Yang menarik adalah amplifikasi yang dilakukan di beberapa platform media sosial. Sehingga seolah-olah seluruh kejadian itu terjadi di wilayah Jakarta Barat,” kata dia.

Selain faktor pemberitaan, Iman menyebut karakteristik demografi Jakarta Barat turut mempengaruhi tingginya angka tindak pidana. Wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat heterogenitas yang tinggi, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun pendidikan.

“Jakarta Barat cukup heterogen, baik dari strata sosial, ekonomi, maupun pendidikan dibanding wilayah Jakarta lainnya. Hal itu turut menjadi faktor yang memengaruhi meningkatnya tindak pidana yang terjadi,” kata dia.

Ia juga membandingkan kondisi tersebut dengan Jakarta Selatan yang relatif mencatat lebih sedikit kasus begal. Menurut Iman, perbedaan karakter wilayah menjadi salah satu penyebabnya.

Jakarta Barat dinilai memiliki aktivitas masyarakat yang lebih dinamis dengan mobilitas warga yang tinggi. Sementara itu, sebagian kawasan Jakarta Selatan didominasi area permukiman, meski tetap memiliki sejumlah pusat bisnis dan aktivitas ekonomi.

“Nah sementara kalau kita bandingkan di Jakarta Selatan juga cukup banyak sentra bisnis dan tempat-tempat kegiatan masyarakat beraktivitas dalam hal berusaha. Ini berpengaruh juga,” kata Iman.

Polda Metro Jaya terus melakukan upaya penegakan hukum dan patroli untuk menekan angka kejahatan jalanan. Termasuk aksi begal yang meresahkan masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.