Jembatan Enang-Enang Rusak, PU Bangun Jalur Alternatif Rp100 Miliar Buat Warga Bener Meriah
📅 Senin, 13 Jul 2026, 17:02 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA – Bagi masyarakat di dataran tinggi Gayo, konektivitas bukan sekadar soal jalan dan jembatan. Jalur yang tetap terhubung berarti hasil panen bisa sampai ke pasar, kebutuhan pokok tetap tersedia, anak-anak dapat berangkat ke sekolah, dan aktivitas ekonomi terus berjalan. Karena itu, pascabanjir bandang yang merusak Jembatan Enang-Enang pada November 2025 lalu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tidak hanya memperkuat jembatan, tetapi juga menyiapkan jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah sebagai solusi jangka panjang untuk memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap terjaga.
Jalur alternatif tersebut akan menjadi penghubung penting bagi masyarakat Kecamatan Pintu Rime Gayo dan wilayah sekitarnya. Selain menjadi pilihan ketika jalur utama mengalami gangguan, keberadaan ruas ini juga akan memperkuat konektivitas kawasan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tidak lagi bergantung pada satu akses.
Pembangunan jalur alternatif merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun infrastruktur yang lebih tangguh terhadap bencana. "Kita tidak hanya memperkuat jembatan enang-enang, tetapi juga menyiapkan akses yang lebih baik. Jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah ini akan menjadi penguat konektivitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, sekaligus mendukung kegiatan ekonomi warga Bener Meriah," kata Menteri PU Dody Hanggodo, Senin (13/7).
Jalur Simpang Lancang–Werlah memiliki panjang sekitar 8 kilometer. Kementerian PU akan meningkatkan kualitas ruas tersebut melalui pelebaran hingga 6 meter dan pengaspalan penuh agar mampu melayani lalu lintas kendaraan dengan lebih aman dan nyaman. Peningkatan kapasitas jalan ini diharapkan mempercepat waktu tempuh sekaligus meningkatkan keandalan akses menuju kawasan Pintu Rime Gayo.
Tidak hanya penanganan jalan, Kementerian PU juga menyiapkan pembangunan dua jembatan permanen, yakni Jembatan Werlah dan Jembatan Simpang Lancang. Kedua jembatan dirancang cukup lebar sehingga dapat dilalui dua kendaraan secara bersamaan, misalnya Jembatan Simpang Lancang, konstruksinya direncanakan memiliki bentang 45 meter.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembangunan Jalan Werlah beserta Jembatan Werlah dan Jembatan Simpang Lancang telah disiapkan untuk dilaksanakan pada tahun 2026 dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp100 miliar. Selama proses pembangunan berlangsung, mobilitas masyarakat tetap dijaga melalui jembatan fungsional sementara dengan memanfaatkan box container yang diperkuat dengan pelat baja dan timbunan.
Selain itu, Kementerian PU juga terus memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang agar tetap aman digunakan masyarakat. Hasil pemeriksaan teknis menunjukkan pondasi jembatan dari arah Bireuen menuju Bener Meriah mengalami kemiringan akibat gerusan aliran sungai. Saat ini kondisi tersebut telah diamankan melalui penyangga sementara dan segera ditingkatkan dengan pekerjaan perkuatan struktur bawah jembatan.
Melalui penanganan pada Jembatan Enang-Enang dan pembangunan jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah sebagai solusi jangka panjang, Kementerian PU ingin memastikan masyarakat Bener Meriah memiliki konektivitas yang lebih tangguh, aman, dan andal. Infrastruktur yang dibangun bukan hanya untuk menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga menjaga agar roda perekonomian, distribusi logistik, dan kehidupan masyarakat tetap bergerak meski menghadapi tantangan bencana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!