Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemensos Targetkan 150 Ribu KPM Terima Program Pemberdayaan Ekonomi

📅 Senin, 13 Jul 2026, 17:25 WIB | Oleh:
 Kemensos Targetkan 150 Ribu KPM Terima Program Pemberdayaan Ekonomi Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Ket. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjawab pertanyaan pewarta terkait realisasi bantuan sosial (Bansos) triwulan ke-3 di Jakarta, Senin (13/7).

JAKARTA - Kementerian Sosial menargetkan sebanyak 150 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program bantuan perlindungan sosial pemerintah untuk mendapatkan program pemberdayaan ekonomi pada tahun ini.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf di Jakarta, Senin (13/7), mengatakan bahwa program pemberdayaan ini merupakan kelanjutan bagi masyarakat yang selama ini telah menerima bansos, sehingga bantuan yang diberikan itu tidak hanya bersifat konsumtif, melainkan berkelanjutan.

"Yang namanya bansos ini diterima mereka yang berhak, kemudian diteruskan dengan pemberdayaan. Tujuannya keluarga ini bisa naik kelas," kata dia.

Menurut dia, Kemensos mengalokasikan anggaran tambahan yang cukup besar demi memperluas jangkauan program agar dampak pengentasan kemiskinan dapat dirasakan secara lebih masif di berbagai daerah.

"Penambahan anggarannya signifikan sebesar 500 miliar rupiah tahun ini untuk 150 ribu KPM yang akan kita tindaklanjuti dengan pemberdayaan," ujarnya.

Mensos menjelaskan bahwa pelaksanaan program pemberdayaan akan diawali dengan proses asesmen yang mendalam terhadap masing-masing penerima manfaat. Melalui tahapan ini, pemerintah dapat memetakan potensi dan kebutuhan riil dari setiap keluarga.

Intervensi yang diberikan nantinya mencakup tiga aspek utama, yakni peningkatan keterampilan, penguatan akses pasar atau permodalan, serta pemenuhan aset usaha. Langkah ini diharapkan mampu membentuk ekosistem usaha yang kokoh bagi para KPM.

"Hasil asesmennya, keterampilannya ditingkatkan, akses diperkuat, dan asetnya juga. Keterampilan penerima manfaat itu apa ditindaklanjuti, misal seperti menjahit, kerajinan apa, dagang apa gitu," tutur Saifullah.

Terkait sasaran program pemberdayaan ini, Kemensos memprioritaskan orang tua dari siswa Sekolah Rakyat. Selain itu, program ini juga menyasar para penerima manfaat eksisting dari program reguler Kemensos lainnya.

Penerima manfaat tersebut di antaranya berasal dari Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) yang merupakan masyarakat yang secara faktual terdata sebagai keluarga prasejahtera dan masuk dalam kategori desil 1 hingga 4 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
AS dan Jepang Bahu-membahu ...

Obligasi Daerah Jangan Jadi Beban

12 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Obligasi Daerah Jangan Jadi...

Gerak Cepat, KAI Sumut Evakuasi KA Putri Deli yang Anjlok

55 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Gerak Cepat, KAI Sumut Evak...
Luar Negeri
Pentagon Jadwalkan Jet Temp...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.