Momen MPLS Ramah 2026: Dindik Jatim Bagikan 42 Ribu Seragam Gratis untuk Siswa Kurang Mampu
📅 Senin, 13 Jul 2026, 17:12 WIB | Oleh: OpikMALANG, JAWA TIMUR - Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur memberikan sebanyak 42 ribu seragam sekolah gratis kepada pelajar baru dari keluarga tidak mampu, saat pelaksanaan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7).
"Ada 42 ribu seragam gratis yang dibagikan kepada murid yang statusnya afirmasi, jadi mereka dari keluarga tidak mampu," kata Kepala Dindik Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai ditemui seusai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK Negeri 2 Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin.
Puluhan ribu pelajar dari keluarga tidak mampu di Jawa Timur mendapatkan bantuan yang terdiri dari dua macam seragam wajib, yakni satu setel seragam putih abu-abu dan pramuka.
Aries menyampaikan bahwa mekanisme penyerahan bantuan disesuaikan dengan data yang diterima oleh pihaknya dari masing-masing sekolah.
Sekolah, kata dia, melakukan pendataan terhadap jumlah pelajar dari keluarga tidak mampu yang diterima melalui jalur afirmasi saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi, sekolah yang mengetahui murid-murid yang membutuhkan seragam, sekolah juga yang akan menyiapkan," ujarnya.
Selain itu, Dindik Jawa Timur menyatakan bahwa pelaksanaan MPLS dari tahun ke tahun terus tumbuh menjadi sebuah kegiatan yang memberikan dampak positif kepada proses adaptasi pelajar dengan lingkungan sekolah baru.
Agenda MPLS, kata Aries, juga menghadirkan suasana ramah bagi siswa dan siswi baru yang tentunya bebas dari kegiatan perpeloncoan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Potret yang ada di Jawa Timur itu, lanjutnya, telah sesuai dengan harapan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat memimpin pembukaan agenda MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 yang dipusatkan di SMK Negeri 2 Singosari.
Kegiatan positif dalam pelaksanaan masa orientasi siswa dan siswi baru sesungguhnya memang harus dimaksimalkan membentuk pemahaman pelajar terhadap lingkungan sekolah hingga membangun hubungan kekeluargaan antarpelajar dan juga dengan para guru.
Selain itu, juga tentang bagaimana menanamkan secara dini pendidikan antikorupsi kepada setiap pelajar.
"Tujuan itulah yang kami lakukan secara bersama-sama. Kami menginisiasi integritas di lingkungan sekolah dan tadi di sampaikan KPK bahwa MPLS harus ada materi tentang kejujuran, salah satunya mengenalkan tentang korupsi," ujar dia. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!