Penyaluran KUR Melonjak, Realisasi Kredit Capai Rp159,8 Triliun
📅 Senin, 13 Jul 2026, 17:06 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi instrumen penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM yang selama ini menghadapi keterbatasan modal.
Ketersediaan pembiayaan dengan bunga yang lebih terjangkau diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas usaha, dan menciptakan lapangan kerja.
Namun, efektivitas KUR tidak hanya diukur dari besarnya penyaluran, melainkan juga dari kualitas pembiayaan, ketepatan sasaran, serta pendampingan kepada debitur agar kredit yang disalurkan benar-benar mendorong pertumbuhan usaha dan meminimalkan risiko kredit bermasalah.
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) per 12 Juli 2026 telah mencapai Rp159,8 triliun atau 54,2 persen dari target nasional sebesar Rp295 triliun.
Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (13/7), mengatakan pembiayaan tersebut telah disalurkan kepada sekitar 2,5 juta debitur UMKM.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari jumlah tersebut, Loto menyebut 1,1 juta merupakan debitur baru atau 83,5 persen dari target tahun ini. Sementara itu, debitur graduasi tercatat sebanyak 511.208 debitur atau 46,2 persen dari target.
"Adapun penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai Rp103,2 triliun atau 64,6 persen dari target. Kami harapkan bisa melewati angka target 65 persen," kata dia.
Pemerintah menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp295 triliun pada tahun ini, dengan porsi 65 persen dialokasikan untuk sektor produksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, pemerintah menargetkan 1,3 juta debitur baru serta 1,1 juta debitur graduasi (naik kelas) dalam program KUR 2026.
KUR merupakan program pembiayaan bersubsidi pemerintah yang ditujukan untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta.
Selain KUR, Loto menuturkan Kementerian UMKM juga menjalankan sejumlah program untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Melalui program Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises (ACCESS), Loto menyebut hingga 2025 pemerintah telah memfasilitasi pembiayaan bagi 56 usaha menengah dengan total penyaluran mencapai Rp53,3 miliar melalui delapan lembaga keuangan mitra.
Sementara itu, program Bisnis Layak Funding (BISLAF) yang diinisiasi Deputi Bidang Usaha Kecil telah mendampingi 200 UMKM memperoleh pendanaan senilai Rp13,65 miliar bekerja sama dengan Inotek sebagai mitra kolaborator.
Loto menambahkan Kementerian UMKM juga menjalankan program pendampingan pembiayaan untuk mendukung program perumahan rakyat dengan target menjangkau 300 UMKM.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!