Kemenkes Gandeng Swasta Bangun Ekosistem Obat Derivat Plasma
📅 Senin, 13 Jul 2026, 15:54 WIB | Oleh: SujarJAKARTA -- Kementerian Kesehatan menggandeng perusahaan biofarmasi global Takeda membangun ekosistem produk obat derivat plasma (PODP) di Indonesia melalui investasi tahap awal hingga 30 juta dolar AS (sekitar Rp539 miliar) untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional dan memperluas akses masyarakat terhadap terapi berbasis plasma.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan inisiatif ini mencerminkan komitmen Pemerintah Indonesia untuk membangun industri strategis di sektor kesehatan dan memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap pengobatan penting dan inovatif.
"Melalui kemitraan dengan Takeda, kami berharap dapat memperkuat sistem kesehatan nasional sekaligus mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan kesehatan di masa depan," kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan resmi Takeda yang diterima di Jakarta, Senin.
Penetapan Takeda sebagai industri farmasi yang dapat menyelenggarakan fraksionasi plasma memungkinkan perusahaan tersebut melakukan pengumpulan plasma dan proses fraksionasi secara bertahap sebagai bagian dari pembangunan ekosistem industri plasma nasional.
Langkah itu diharapkan memperkuat ketersediaan produk obat derivat plasma di dalam negeri sekaligus mendukung pengembangan industri biofarmasi nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemitraan tersebut juga melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Program itu menjadi inisiatif pertama di Asia Tenggara yang berfokus pada pembangunan sistem pengumpulan plasma berkualitas tinggi secara berkelanjutan dan pengembangan manufaktur produk obat derivat plasma dalam skala besar.
Pada tahap awal, Takeda akan menginvestasikan hingga 30 juta dolar AS (sekitar Rp539 miliar) dalam jangka waktu dua tahun untuk membangun sejumlah bank plasma di Indonesia. Hasil tahap pengembangan awal tersebut akan menjadi dasar evaluasi bersama Kementerian Kesehatan terhadap kelayakan model operasional sebelum dikembangkan menjadi jaringan bank plasma nasional.
Seluruh bank plasma akan menerapkan standar mutu dan regulasi internasional dengan memanfaatkan pengalaman global Takeda dalam pengelolaan donor plasma.
Pengembangan jaringan tersebut juga diharapkan membuka peluang kerja baru bagi tenaga kesehatan dan teknisi laboratorium serta mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan transfer pengetahuan.
"Sejak menghadirkan PODP pertama kami di Indonesia pada awal tahun ini hingga investasi dalam infrastruktur industri plasma dari hulu ke hilir, kami bangga dapat memperluas kerja sama dengan Pemerintah Indonesia," kata President, Plasma-Derived Therapies Takeda Ramy Riad.
"Kami berharap pengalaman global Takeda dapat mendukung tujuan jangka panjang Indonesia dalam meningkatkan layanan kesehatan, menciptakan lapangan kerja berketerampilan tinggi, dan memperkuat ketersediaan layanan dan pengobatan yang menyelamatkan serta menopang kehidupan pasien," ujar Ramy Riad.
Selain membangun jaringan bank plasma, Takeda juga akan mengkaji potensi pembangunan fasilitas manufaktur produk obat derivat plasma berteknologi tinggi di Indonesia untuk mendukung kebutuhan dalam negeri maupun pasar global. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri kesehatan dan manufaktur obat.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani mengatakan investasi tersebut tidak hanya menghadirkan modal baru, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penciptaan lapangan kerja.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!