Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menag Tegaskan Tak Boleh Ada Kekerasan di Pesantren dan Madrasah

📅 Minggu, 12 Jul 2026, 21:30 WIB | Oleh:
Menag Tegaskan Tak Boleh Ada Kekerasan di Pesantren dan Madrasah Doc: Dokumentasi Kemenag RI
Ket. Menteri Agama Nasaruddin Umar

DEPOK - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan tidak boleh ada satu un anak mengalami kekerasan di lingkungan pesantren maupun madrasah. Ia mengatakan lembaga pendidikan keagamaan harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan memuliakan setiap peserta didik.

Pesantren dan madrasah merupakan lembaga pendidikan yang memiliki sejarah panjang dalam mencetak ulama, pejuang, dan pemimpin bangsa. Karena itu, ia menegaskan seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaga marwah lembaga pendidikan tersebut.

"Justru karena kita mencintai dan memuliakan pesantren dan madrasah, maka kita berkewajiban merawatnya. Salah satu perbaikan yang tidak bisa lagi kita tunda adalah memastikan tidak ada satupun anak yang mengalami kekerasan," kata Nasaruddin saat peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (RANA) di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, Jawa Barat, Minggu (12/7).

Menurut Nasaruddin, perlindungan anak bukanlah konsep yang datang dari luar tradisi keagamaan. Sebaliknya, perlindungan terhadap anak merupakan bagian dari nilai-nilai dasar yang selama ini diajarkan dalam ajaran Islam.

Menag menjelaskan pesantren dan madrasah selama ini menjadi tulang punggung pendidikan keagamaan bagi jutaan keluarga Indonesia. Lembaga tersebut telah melahirkan banyak tokoh bangsa yang berperan dalam perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan nasional.

Karena itu, ia menekankan upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman harus menjadi komitmen bersama. Kekerasan dalam bentuk apa pun tidak boleh mendapat tempat di lingkungan pendidikan.

"Mudah-mudahan hari-hari yang akan datang tidak ada lagi cerita kekerasan di ruang sekolah. Di ruang kelas, di ruang publik, di ruang keluarga, di ruang mana pun juga," ujar Nasaruddin.

Menag juga mengajak seluruh pengasuh pesantren, guru, orang tua, dan masyarakat untuk berkolaborasi menciptakan ruang aman bagi anak. Ia mengatakan lingkungan yang aman bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar setiap anak yang wajib dipenuhi bersama. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tampilkan Ekosistem Hunian Terintegrasi

23 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tampilkan Ekosistem ...
Nasional
Menkop Sebut 15.845 Kopdes ...
Kemenhub Targetkan Bandara Husein Layani Pesawat Jet Mulai 17 Agustus

Kemenhub Targetkan Bandara Husein Layani Pesawat Jet Mulai 17 Agustus

12 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.