Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Awas Bahaya! Jangan Tahan Lagi, Ini Dampak Ngeri dan Risiko Menahan BAB

📅 Minggu, 12 Jul 2026, 21:12 WIB | Oleh:
Awas Bahaya! Jangan Tahan Lagi, Ini Dampak Ngeri dan Risiko Menahan BAB Doc: ANTARA/Sizuka.
Ket. Penggunaan toilet jongkok lebih baik untuk penderita wasir karena dapat mempermudah Buang Air Besar (BAB).

JAKARTA - Menahan keinginan untuk buang air besar (BAB) kerap diabaikan terutama di tengah kesibukan atau sulit menemukan kamar mandi, namun jika kebiasaan ini terus dilakukan dampaknya dapat mengganggu fungsi usus.

Menurut laporan EatingWell, pada Minggu (12/7), kebiasaan BAB yang sehat merupakan salah satu tanda bahwa tubuh bekerja sebagaimana mestinya. Sebaliknya, jika kebiasaan menunda BAB bisa meningkatkan risiko wasir, mengubah konsistensi feses, dan menyebabkan konstipasi.

“Kalau sesekali mengabaikan keinginan BAB biasanya tidak masalah. Tetapi jika menjadi kebiasaan, feses akan berada lebih lama di dalam usus besar,” ujar dokter gastroenterologi Dr. Supriya Rao.

Dalam jangka panjang, menahan BAB dapat menyebabkan konstipasi atau sembelit, yaitu kondisi ketika frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dan feses cenderung keras atau kering.

Normalnya, feses berpindah dari usus besar menuju rektum saat tubuh siap mengeluarkannya. Ketika dorongan BAB diabaikan, feses akan bertahan lebih lama di usus besar.

Ahli gastroenterologi Dr. Carmen Fong, FACS mengatakan bahwa usus besar sangat efisien menyerap air. Semakin lama feses berada di sana, semakin banyak air yang diserap sehingga feses menjadi lebih kering dan keras. Akibatnya, BAB berikutnya akan terasa lebih sulit dan tidak nyaman.

“Menahannya terlalu sering menyebabkan siklus sembelit, tubuh mulai mengabaikan sinyal buang air besar sama sekali, yang menyebabkan penumpukan tinja di usus besar,” kata Dr. Carmen Fong, FACS.

Menahan BAB juga dapat memengaruhi fungsi normal rektum. Dokter Rao mengatakan jika terus menahan keinginan BAB, rektum dapat meregang sehingga sensitivitasnya berkurang.

“Bahkan dalam beberapa kasus dapat memicu menyebabkan bisul pada rektum,” kata Rao.

Rektum memiliki saraf yang mengirimkan sinyal ke otak bahwa sudah waktunya ke toilet. Proses ini dibantu oleh refleks rectoanal inhibitory reflex (RAIR) yang membuat sfingter anus mengendur sehingga feses dapat masuk ke rektum sebelum dikeluarkan.

Jika dorongan BAB terus diabaikan, sinyal tersebut lama-kelamaan menjadi kurang efektif. Akibatnya, seseorang menjadi kurang peka terhadap rasa ingin BAB. Dalam jangka panjang kondisi ini dapat memicu konstipasi kronis maupun gangguan fungsi rektum.

Menahan BAB juga berisiko meningkatkan wasir atau hemoroid yang merupakan pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus yang dapat terjadi di bagian dalam maupun luar. Kebiasaan ini membuat feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan, risiko wasir ikut meningkat.

“Feses yang keras biasanya membuat seseorang harus mengejan lebih kuat, dan itulah salah satu faktor risiko wasir,” jelas Rao.

Menahan BAB juga dapat mengubah tekstur feses. Fong mengatakan semakin lama feses berada di usus besar yang terus menyerap air, semakin keras dan kering feses tersebut sehingga lebih sulit dan menyakitkan saat dikeluarkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Jerman Guyur Ukraina Bantua...
Advertisement
Babak Pertama Final FIFA Asean Cup 2026: Indonesia Ditahan Imbang Thailand 0-0

Babak Pertama Final FIFA Asean Cup 2026: Indonesia Ditahan Imbang Thailand 0-0

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.