Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Papua Tengah Bebaskan Biaya SMP Negeri dan Swasta Mulai 2026

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 16:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Papua Tengah Bebaskan Biaya SMP Negeri dan Swasta Mulai 2026 Doc: Antara
Ket. Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa.

Nabire - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah membebaskan biaya pendidikan bagi seluruh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta pada 2026 sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan di daerah tersebut.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa di Nabire, Minggu (24/5), mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Jadi kita tahun ini akan membebaskan biaya pendidikan seluruh SMP di Papua Tengah,” kata Gubernur Meki Nawipa.

Ia menegaskan tidak boleh ada pungutan biaya masuk sekolah kepada siswa SMP di Papua Tengah setelah kebijakan pembebasan biaya pendidikan diberlakukan.

Bahkan dia mengancam jika ada guru yang meminta bayar untuk masuk sekolah, maka akan langsung ditempuh jalur hukum.

Menurut dia, pada tahun sebelumnya Pemprov Papua Tengah telah lebih dahulu membebaskan biaya pendidikan tingkat SMA dan pada tahun ini kebijakan tersebut diperluas ke jenjang SMP.

“Sehingga tidak ada alasan lagi bagi anak-anak di Papua Tengah untuk tidak sekolah,” katanya.

Selain pembebasan biaya pendidikan, pihaknya juga melanjutkan program bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang kuliah di Kabupaten Nabire. Sejak tahun lalu Pemprov telah memberikan beasiswa kepada mahasiswa semester III dan IV dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75.

Namun, kata dia, pembebasan biaya pendidikan untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) belum dapat diterapkan tahun ini, karena pemerintah masih melakukan pembenahan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). “Kita harus memastikan dulu Dapodik untuk SD di Papua Tengah,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Papua Tengah, jumlah siswa pada 2026 terdiri atas 112 ribu siswa SD, 42.500 siswa SMP, 19.800 siswa SMA, dan 11.400 siswa SMK baik negeri maupun swasta.

Sementara itu Kepala Bidang Data Disdikbud Papua Tengah Yulianus Kuayo mengatakan pihaknya memperketat validasi data Dapodik guna mencegah praktik pengisian data fiktif di satuan pendidikan.

Menurut dia, masih ditemukan ketidaksesuaian antara jumlah siswa yang tercatat dalam Dapodik dengan jumlah peserta didik yang mengikuti ujian di sekolah.

“Di tingkat SD misalnya, saat ujian jumlah siswa sedikit, tetapi dalam Dapodik tercatat banyak,” katanya.

Ia menjelaskan temuan tersebut mengindikasikan adanya manipulasi data, termasuk penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak valid oleh oknum operator sekolah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.