Perkuat Tata Kelola Air Gambut Pelaku Usaha, Menteri LH Jumhur Hidayat: Tak Boleh Ada Kebakaran di Wilayah Konsesi
📅 Sabtu, 11 Jul 2026, 08:45 WIB | Oleh: SriyonoDukungan serupa disampaikan Department Head Water Management PT TH Indo Plantation (THIP), Eko Hariyono. "Kami mengapresiasi terselenggaranya forum ini sebagai wadah untuk memperkuat kolaborasi dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Kami juga berkomitmen untuk terus berupaya mencegah karhutla serta mengelola dan melindungi ekosistem gambut, khususnya di kawasan sekitar wilayah operasional perusahaan”.
Selain memperkuat langkah pencegahan, KLH/BPLH terus meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha melalui pemantauan kondisi hidrologi gambut, evaluasi kepatuhan perusahaan, serta optimalisasi Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). Hingga saat ini, sebanyak 413 perusahaan telah melakukan inventarisasi karakteristik ekosistem gambut, 379 perusahaan berada dalam pengawasan PROPER, dan 319 perusahaan telah memiliki dokumen pemulihan fungsi ekosistem gambut sebagai dasar perlindungan dan pengelolaan gambut secara berkelanjutan.
Melalui penguatan tata kelola air gambut, peningkatan kepatuhan pelaku usaha, dan kolaborasi lintas sektor, KLH/BPLH menegaskan bahwa pencegahan menjadi garis depan dalam pengendalian karhutla. Langkah bersama pemerintah, dunia usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci menjaga ekosistem gambut tetap lestari serta memperkuat ketahanan lingkungan Indonesia menghadapi ancaman musim kemarau panjang dan perubahan iklim.
Jangan Biarkan Lahan Mengering
Sementara itu, ketika menjawab pertanyaan mengenai perusahaan pemegang konsesi dan pengelolaan TPA, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menyatakan bahwa perusahaan pada dasarnya telah mengetahui seluruh kewajibannya. Hal terpenting adalah jangan sampai lahan konsesi mengering.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Untuk mempertahankan kondisi basah, kanal di sekitar wilayah konsesi harus dikelola atau ditutup. Air perlu dipertahankan dan diarahkan menuju bagian lahan yang rentan, bukan dibiarkan mengalir keluar dari kawasan,” ujar Menteri Jumhur.
Saluran-saluran kecil juga dapat dibuat untuk mendistribusikan air ke bagian lahan yang mulai mengering. Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat berulang kali menegaskan bahwa membiarkan lahan mengering sangat berbahaya, terutama di kawasan gambut, karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah dan sangat sulit dipadamkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!