Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PLN Dukung Transformasi Nasional Pengelolaan Sampah Jadi Listrik

8 Sabtu, 11 Jul 2026, 10:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
PLN Dukung Transformasi Nasional Pengelolaan Sampah Jadi Listrik PLN Dukung Transformasi Nasional Pengelolaan Sampah Jadi Listrik Doc: PLN
Ket. Penandatanganan _Sponsor Agreement_ antara CEO Denera, Fadli Rahman (kedua dari kiri), Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kiri), President Director PT Weiming Nusantara Bali New Energy, Ji Ke Ze (kanan) dan Direktur PT Weiming Nusantara Alpha, Xiang Yihao (kedua dari kanan) dalam agenda peresmian pembangunan PSEL Bali di Denpasar Selatan, Rabu (8/7)

JAKARTA - PT PLN (Persero) mendukung penuh inisiatif Pemerintah dalam mendorong transformasi nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dan ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

"PSEL merupakan wujud transformasi dalam pengelolaan sampah," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Ia menyampaikan bahwa transformasi pengelolaan sampah menjadi energi merupakan langkah penting dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

"Melalui kolaborasi yang kuat, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi yang memberi manfaat. PLN siap mendukung program ini dengan memastikan energi yang dihasilkan dapat terserap secara andal ke dalam sistem kelistrikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas," ujar Darmawan.

PLN mendukung penuh program transformasi melalui penandatanganan "Sponsor Agreement" dan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) pada agenda Peresmian Pembangunan PSEL Bali di Denpasar Selatan pada Rabu (8/7).

Komitmen tersebut ditandatangani PLN selaku "offtaker" PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) selaku perusahaan induk yang menaungi seluruh entitas pelaksana proyek PSEL di Indonesia dan PT Weiming Nusantara Bali New Energy selaku Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL Bali.

Fasilitas PSEL Bali dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah sebesar 1.200–1.650 ton per hari dengan potensi pembangkitan listrik hingga 30 megawatt (MW). Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan PSEL di 11 lokasi yang ditargetkan mampu mengolah hingga 14.928 ton sampah per hari dengan potensi kapasitas pembangkitan mencapai 310,3 MW.

Pengembangan PSEL di berbagai daerah diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat pengelolaan sampah nasional sekaligus menghadirkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat.

PLN mendukung upaya tersebut dengan memastikan energi yang dihasilkan dari fasilitas PSEL dapat terintegrasi ke dalam sistem kelistrikan nasional sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pembangunan PSEL menjadi langkah penting dalam memperkuat pengelolaan sampah nasional.

Komitmen Pemerintah tersebut telah diperkuat melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada Danantara Indonesia, pemerintah daerah, PLN, dan seluruh pihak yang bekerja bersama mewujudkan dimulainya pembangunan PSEL Bali," katanya.

Program tersebut, kata dia, dapat berjalan karena hambatan regulasi yang selama bertahun-tahun memperlambat penyelesaian persoalan sampah mulai disederhanakan melalui deregulasi.

"Dengan aturan yang lebih jelas, kerja sama yang kuat, dan tata kelola yang baik, saya yakin pengelolaan sampah dapat kita percepat untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Zulkifli.

Dalam kesempatan yang sama Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa pembangunan PSEL merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah nasional.

"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, masalah sampah adalah tantangan kita bersama yang harus diselesaikan secepat mungkin, sehingga tidak menjadi beban bagi generasi mendatang. PSEL hadir untuk mengatasi dampak sampah terhadap lingkungan hidup, kesehatan, dan keselamatan dengan menggunakan teknologi yang sudah terbukti. Pelaksanaan PSEL oleh Danantara Indonesia tidak hanya dilakukan secara cepat, tetapi juga dengan penuh kehati-hatian dan standar tata kelola tertinggi," kata Rosan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.