Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sentimen Geopolitik Dominan, 10 Juli 2026

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 08:45 WIB | Oleh:
Sentimen Geopolitik Dominan, 10 Juli 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah masih berpotensi berada dalam te­kanan seiring meningkatnya ketidakpastian akibat perkem­bangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Eskalasi kon­flik berisiko mendorong penguatan dollar AS sebagai aset aman atau safe haven sehingga memicu arus modal keluar dari pasar negara berkembang, serta meningkatkan volatili­tas harga komoditas global.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat fokus investor tertuju pada perkembangan konflik geopolitik, mengingat absennya data penting eko­nomi baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Ka­renanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (9/7), bergerak di kisaran 18.050-18.200 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (9/7) sore, melemah 114 poin atau 0,63 persen dari sehari sebelumnya menjadi 18.128 rupiah per dollar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa me­nyatakan pelemahan rupiah dipicu meningkatnya permin­taan terhadap dollar AS. “Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap dollar AS sebagai aset safe haven setelah kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran,” ucapnya di Jakarta.

Di samping itu, lanjutnya, kenaikan harga minyak men­tah West Texas Intermediate (WTI) ke kisaran 74 dollar AS per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan memperkuat ekspektasi Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level relatif tinggi. Pe­laku pasar juga menantikan rilis data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Melihat dari sisi domestik, fundamental ekonomi Indone­sia disebut masih cukup terjaga sehingga membantu mem­batasi tekanan terhadap rupiah. Hal tersebut tercermin dari posisi cadangan devisa Indonesia yang meningkat menjadi 145,6 miliar dollar AS pada akhir Juni 2026, naik dari 144,9 miliar dollar AS pada bulan sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Ekonomi
Kekeringan Melanda, Petani ...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.