Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Radikalisme, Pemerintah Kota Ambon Perkuat Pengawasan Gawai

📅 Sabtu, 11 Jul 2026, 10:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Radikalisme, Pemerintah Kota Ambon Perkuat Pengawasan Gawai Doc: ANTARA
Ket. Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena bersama Kepala Satgas Wilayah Maluku Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol I Wayan Sukarena.

AMBON –Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memperkuat pengawasan penggunaan gawai di kalangan remaja untuk mencegah penyebaran radikalisme melalui ruang digital.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, di Ambon, Jumat (10/7), mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Satgas Wilayah Maluku Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri untuk meningkatkan perlindungan generasi muda dari paparan konten negatif di ruang digital.

"Pengawasan terhadap penggunaan gawai di kalangan remaja menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun konten yang mengandung paham radikal sejak dini," katanya.

Menurut Bodewin, Pemkot Ambon akan menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pendidikan, serta jajaran camat dan lurah menyusun program pengawasan digital yang terintegrasi.

Program tersebut akan diperkuat melalui edukasi di sekolah agar pelajar mampu memanfaatkan teknologi informasi secara bijak, meningkatkan literasi digital, serta tidak mudah terpengaruh hoaks maupun konten yang mengandung paham radikal.

Sementara itu, Kepala Satgas Wilayah Maluku Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol I Wayan Sukarena mengatakan pencegahan radikalisme tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah dan masyarakat.

Menurut dia, Densus 88 selama ini telah melakukan berbagai upaya pencegahan di Kota Ambon. Namun, langkah tersebut perlu diperkuat melalui sosialisasi yang menyasar kelompok rentan, terutama remaja dan pelajar.

"Salah satu perhatian utama dalam pertemuan itu ialah tingginya risiko penyebaran paham radikal melalui ruang digital. Karena itu, Densus 88 mendorong Pemkot Ambon meningkatkan edukasi mengenai penggunaan gawai secara bijak bagi generasi muda," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.