Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Model Kemitraan PTPN I di Jember Jadi Contoh Agribisnis Inklusif Berkelanjutan

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 17:55 WIB | Oleh:

Tidak hanya menghadirkan manfaat ekonomi, program kemitraan ini juga menjadi sarana peningkatan kapasitas petani melalui transfer teknologi budidaya.

Selama proses produksi, para petani memperoleh pendampingan mengenai teknik budidaya modern, mulai dari pengelolaan lahan, pemupukan yang tepat, pengendalian hama terpadu, hingga penerapan teknologi smart farming berbasis science farming untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

"Petani pemilik lahan pada dasarnya membutuhkan kepastian hasil, keamanan aset yang mereka miliki, dan rasa percaya diri di hadapan orang lain. Hal yang jauh lebih penting dari program ini adalah para petani pemilik lahan palawija dan padi ini, yang umumnya masih menerapkan budidaya tradisional, kini bisa menyerap pengetahuan dan pengalaman langsung dari model pertanian modern. Dengan ilmu yang ditransfer ini, PTPN I berharap mereka bisa lebih mandiri dan sejahtera di masa depan," kata Rivai.

Menurutnya, peningkatan kompetensi petani menjadi investasi jangka panjang karena pengetahuan tersebut dapat diterapkan pula pada komoditas lain setelah musim tanam tembakau selesai.

Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Keberadaan perkebunan Tembakau Bawah Naungan juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian Desa Ajong. Kegiatan budidaya yang bersifat padat karya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, mulai dari tahap persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga proses panen dan pascapanen.

Meningkatnya aktivitas ekonomi turut menggerakkan sektor pendukung lainnya, seperti penyedia sarana produksi pertanian, transportasi, perdagangan, hingga usaha mikro yang melayani kebutuhan para pekerja di sekitar kawasan perkebunan.

Dengan semakin luasnya area kemitraan, PTPN I menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari ekosistem bisnis perusahaan. Model ini menciptakan hubungan saling menguntungkan antara korporasi dan masyarakat, sekaligus memperkuat ekonomi sirkular di tingkat desa.

Petani Rasakan Manfaat Langsung

Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh Supardi (48), petani pemilik lahan di Desa Ajong yang sebelumnya mengandalkan budidaya padi.

Menurutnya, program kemitraan memberikan kepastian pendapatan sekaligus menjaga keberlangsungan pekerjaannya sebagai petani.

"Kami merasa sangat beruntung dengan adanya program kemitraan lahan dari PTPN I Regional 5 ini. Pembayaran kompensasi yang diselesaikan langsung di depan memberikan kepastian bagi kami untuk menjamin kebutuhan keluarga sekaligus menjadi modal bertani di musim berikutnya. Ditambah lagi, kami tidak kehilangan mata pencaharian karena tetap dilibatkan untuk menggarap lahan sendiri dengan upah harian yang sangat layak. Dengan begitu, kami tetap memiliki rasa bangga dan martabat karena mengawal tanah kami sendiri," ungkap Supardi.

Baginya, kerja sama tersebut bukan sekadar memberikan tambahan penghasilan, tetapi juga membuka kesempatan belajar mengenai teknik budidaya yang lebih modern dan efisien.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Tren Properti Bergeser, Min...
Nasional
Kemendikdasmen Catat 2,9 Ju...
Daerah
Hentikan Sedikit-sedikit Pe...
Luar Negeri
Parlemen Eropa Desak Invest...
Inovasi Mahasiswa UI, Bra Inklusif Rekat Permudah Perempuan Disabilitas Berpakaian Mandiri

Inovasi Mahasiswa UI, Bra Inklusif Rekat Permudah Perempuan Disabilitas Berpakaian Mandiri

09 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.