Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD DKI Soroti Temuan 16 Siswa SMP Terpapar HIV di Jakarta Timur

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 19:00 WIB | Oleh:
DPRD DKI Soroti Temuan 16 Siswa SMP Terpapar HIV di Jakarta Timur Doc: Pexels
Ket. Temuan 16 siswa di salah satu SMP di Jakarta Timur yang terdeteksi HIV menjadi perhatian serius DPRD DKI Jakarta. Kasus tersebut dinilai menjadi peringatan bahwa persoalan sosial di kalangan remaja membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif melalui sinergi pemerintah, sekolah, dan keluarga.

JAKARTA - Temuan 16 siswa di salah satu SMP di Jakarta Timur yang terdeteksi HIV menjadi perhatian serius DPRD DKI Jakarta. Kasus tersebut dinilai menjadi peringatan bahwa persoalan sosial di kalangan remaja membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif melalui sinergi pemerintah, sekolah, dan keluarga.

Sorotan itu disampaikan Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana dalam rapat kerja pembahasan Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 beberapa waktu lalu. Menurutnya, kasus yang ditemukan di satu sekolah tersebut diduga hanya sebagian kecil dari persoalan yang sebenarnya terjadi di masyarakat.

Justin menilai temuan tersebut merupakan fenomena gunung es yang menunjukkan masih banyak persoalan remaja yang belum terungkap. Karena itu, pemerintah diminta meningkatkan upaya pencegahan melalui edukasi, pengawasan, serta pembinaan terhadap anak-anak usia sekolah.

“Di satu SMP ada 16 anak terdeteksi HIV. Ini fenomena gunung es,” ujar Justin.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukannya, sebagian siswa yang terpapar HIV masih berusia di bawah 17 tahun. Mereka diduga terjerumus ke dalam pergaulan berisiko setelah bergabung dengan geng balap motor dan berada di lingkungan pertemanan yang dinilai memberikan pengaruh negatif.

“Mereka masih di bawah 17 tahun. Ini harus menjadi perhatian serius,” katanya.

Selain menyoroti persoalan HIV di kalangan remaja, Justin juga mengusulkan langkah tegas terhadap keluarga yang anaknya terbukti terlibat aksi tawuran. Ia meminta Gubernur DKI Jakarta mempertimbangkan pemberian sanksi berupa pencabutan bantuan sosial sebagai bentuk tanggung jawab orang tua dalam mengawasi perilaku anak.

Menurut Justin, sanksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian keluarga terhadap aktivitas anak di luar rumah. Ia menilai pembinaan tidak cukup hanya dilakukan oleh sekolah atau pemerintah apabila pengawasan dari lingkungan keluarga masih lemah.

“Anak yang tawuran mungkin tidak takut KJP dicabut, tapi keluarga harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Justin menambahkan, keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan dalam membentuk karakter dan perilaku anak. Oleh karena itu, orang tua dinilai tidak boleh mengabaikan tanggung jawab ketika anak terlibat tawuran maupun tindakan kriminal lainnya.

Ia mencontohkan kasus yang pernah ditanganinya di kawasan Duren Sawit, ketika seorang anak berusia 14 tahun diduga melakukan penyiraman air keras pada dini hari. Peristiwa tersebut, menurutnya, menjadi gambaran lemahnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak di luar rumah.

“Anak umur 14 tahun beraksi pukul dua pagi. Orang tuanya ke mana?” ungkapnya.

Justin menegaskan berbagai program pendidikan dan pembinaan yang telah disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan berjalan optimal apabila tidak dibarengi keterlibatan aktif keluarga. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua menjadi faktor utama dalam mencegah berbagai persoalan sosial yang melibatkan anak dan remaja.

“Sebagus apa pun program pemerintah, tanpa peran orang tua hasilnya akan sia-sia,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
DEMONSTRASI

Prancis Perpanjang Jam Malam

59 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Prancis Perpanjang Jam Malam

Alexandra Eala Akhiri Tren Buruk

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Alexandra Eala Akhiri Tren ...
Olahraga
Bayern Versus Arsenal, Laga...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.