Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inovasi Mahasiswa UI, Bra Inklusif Rekat Permudah Perempuan Disabilitas Berpakaian Mandiri

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Inovasi Mahasiswa UI, Bra Inklusif Rekat Permudah Perempuan Disabilitas Berpakaian Mandiri Doc: Antara
Ket. Ilustrasi: Gedung rektorat Universitas Indonesia (UI).

Depok - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Bisnis Kreatif, Vokasi (BKV) Universitas Indonesia (UI) perkenalkan Rekat sebagai bra inklusif yang dirancang mempermudah proses berpakaian bagi perempuan dengan keterbatasan motorik, lansia, maupun penyandang disabilitas tanpa mengorbankan aspek kenyamanan dan estetika.

Tergerak oleh kondisi tersebut, Rekat dikembangkan oleh lima mahasiswa Vokasi UI yaitu Patricia Revi De Mila, Quency Nova Mardira, Aulia Attaya, Nayang Nurizah, dan Annas Tasya.

"Aktivitas berpakaian merupakan rutinitas dasar harian yang sering kali menjadi tantangan besar bagi perempuan dengan keterbatasan fisik, bahkan memengaruhi kemandirian serta rasa percaya diri mereka," kata Patricia Revi De Mila di Depok, Rabu (8/7).

Proyek tersebut lahir dari mata kuliah Pengembangan Produk yang menuntut mahasiswa mengidentifikasi masalah riil di masyarakat, merancang solusi, hingga menelurkan prototipe yang fungsional. Inovasi ini dinilai sangat relevan dengan pemenuhan hak aksesibilitas di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, terdapat sekitar 22,97 juta jiwa penyandang disabilitas di Indonesia atau setara dengan 8,5 persen dari total penduduk.

Angka tersebut menegaskan besarnya kebutuhan pasar produk fesyen inklusif yang menerapkan inclusive design, sebuah aspek yang selama ini masih jarang menyentuh produk pakaian dalam seperti bra.

Ide ini kian kuat setelah salah satu anggota tim menyaksikan langsung hambatan motorik yang dialami anggota keluarganya sendiri.

Melalui pendekatan desain yang berpusat pada pengguna (user-centered design), Rekat hadir dalam bentuk bra tanpa kawat (wireless bra) yang dilengkapi dengan sistem front magnetic interlock.

Mekanisme pengait magnet di bagian depan ini memungkinkan pengguna mengenakan dan melepaskan pakaian dengan gerakan yang jauh lebih sederhana dan mandiri dibandingkan dengan struktur pengait konvensional di bagian belakang.

Proses pengembangan produk ini memakan waktu kurang lebih tiga bulan, mencakup studi literatur, riset kebutuhan, eksplorasi material, hingga wawancara mendalam dengan calon pengguna.

Di bawah bimbingan dosen pengampu, tim turut melakukan kunjungan langsung ke industri lingerie (pakaian dalam) untuk mempelajari konstruksi pakaian dalam.

Dari sana, tim memahami  tantangan dalam berpakaian, khususnya mengenakan bra, bukan semata perkara teknis, melainkan berkaitan erat dengan privasi, kenyamanan psikologis, hingga kepercayaan diri dan kemandirian seseorang.

“Kami belajar bahwa inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru. Terkadang, inovasi terbaik hadir dari kemampuan memahami kebutuhan pengguna dan menyederhanakan pengalaman mereka. Dari proses ini, kami menyadari bahwa empati merupakan bagian penting dalam menciptakan solusi yang benar-benar relevan dan berdampak,” ujar Patricia Revi.

Direktur Program Pendidikan Vokasi UI Dr. Safrin Arifin menegaskan Rekat adalah manifestasi nyata dari bagaimana sains dan kreativitas di dalam kelas ditransformasikan menjadi aksi sosial yang inklusif.

“Rekat adalah bukti tak terbantahkan bahwa mahasiswa mampu menerapkan empati, kreativitas, dan pengetahuan yang diperoleh di kelas untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat. Inovasi seperti ini tidak hanya menghasilkan produk yang fungsional, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, setara, dan berkeadilan bagi semua,” ungkap Dr. Safrin.

Lahirnya REKAT sekaligus mempertegas komitmen UI dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 5 tentang Kesetaraan Gender (Gender Equality) dan SDG 10 tentang Pengurangan Kesenjangan (Reduced Inequalities).

Rekat juga berpotensi menjadi model inovasi fesyen inklusif di Indonesia, membuka jalan bagi lahirnya produk-produk kreatif yang ramah disabilitas dan berkeadilan sosial.

Melalui kehadiran produk inovatif dari Program Pendidikan Vokasi ini, UI kembali memperkuat posisi strategisnya sebagai kampus yang responsif terhadap realitas sosial masyarakat.

UI berkomitmen penuh untuk terus mewadahi riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat lintas disiplin yang mampu mentransformasikan gagasan akademis menjadi solusi aplikatif demi mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat Indonesia yang mandiri dan inklusif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.