Model Kemitraan PTPN I di Jember Jadi Contoh Agribisnis Inklusif Berkelanjutan
📅 Kamis, 09 Jul 2026, 17:55 WIB | Oleh: Haryo BronoJEMBER – Hamparan lahan pertanian di Desa Ajong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, setiap tahun berubah menjadi kawasan budidaya Tembakau Bawah Naungan (TBN) yang menghasilkan daun tembakau premium berkelas dunia. Dari wilayah inilah PTPN I (Persero) Regional 5 memasok salah satu komoditas perkebunan bernilai tinggi yang telah lama menjadi andalan ekspor Indonesia.
Tembakau bawah naungan asal Jember dikenal memiliki karakter daun yang halus, elastis, serta berwarna cerah sehingga menjadi bahan baku utama pembungkus cerutu (cigar wrapper) premium. Kualitas tersebut membuat produk ini diminati pembeli dari berbagai negara, mulai dari Asia, Eropa, hingga Amerika Latin. Di tengah tingginya permintaan pasar global, PTPN I memilih untuk tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Melalui skema kemitraan yang melibatkan pemilik lahan secara aktif, perusahaan membangun model bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menciptakan kesejahteraan bersama. Pendekatan ini menjadikan petani bukan sekadar penyedia lahan, melainkan bagian dari rantai pasok industri tembakau premium dunia.
Direktur Utama PTPN I (Persero), Dr. Abdul Rivai Ras, mengatakan kemitraan dengan masyarakat merupakan implementasi nyata mandat BUMN untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.
Menurutnya, para petani pemilik sawah yang selama ini mengandalkan tanaman padi maupun palawija diajak berpartisipasi dalam pengembangan komoditas ekspor melalui pola kerja sama yang terstruktur, transparan, dan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kolaborasi agribisnis di Ajong, Jember ini dirancang sebagai model bisnis yang inklusif sekaligus berkelanjutan. Di satu sisi, PTPN I mengukuhkan posisinya di pasar internasional lewat keunggulan TBN, dan di sisi lain, petani lokal menghadirkan potensi aset lahan yang luar biasa. Melalui skema rotasi komoditas, kami melakukan sewa lahan persawahan warga secara kompetitif, dengan komitmen penuh bahwa aktivitas produksi dan penggarapan di lapangan tetap memberdayakan pemilik lahan itu sendiri," ujar Abdul Rivai Ras di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa pola tersebut memberikan keuntungan ganda bagi petani. Selain menerima pembayaran sewa lahan di awal musim tanam, mereka juga tetap bekerja mengelola lahan miliknya sendiri sebagai tenaga budidaya sehingga memperoleh tambahan pendapatan berupa upah harian.
"Melalui pola ganda ini, petani berhak mendapatkan uang sewa di depan sekaligus menerima upah dari hasil pekerjaannya. Dengan pendekatan ini, praja atau harga diri mereka sebagai pemilik sawah tetap terjaga seutuhnya. Ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat produktif," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Memberikan Kepastian Pendapatan
Skema kemitraan yang diterapkan PTPN I Regional 5 memberikan kepastian ekonomi yang selama ini menjadi tantangan bagi sebagian petani. Pembayaran kompensasi sewa dilakukan sebelum musim tanam dimulai sehingga petani memperoleh dana segar untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun modal usaha pertanian berikutnya.
Berbeda dengan sistem sewa lahan pada umumnya yang membuat pemilik tanah tidak lagi terlibat dalam proses produksi, model yang diterapkan PTPN I justru mempertahankan keterlibatan petani di lahannya sendiri. Mereka tetap menjadi bagian dari proses budidaya mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga panen.
Dengan demikian, kepemilikan aset tetap terjaga, pengawasan lahan menjadi lebih baik, sementara masyarakat memperoleh sumber penghasilan yang lebih stabil dibanding hanya mengandalkan hasil panen musiman.
Model ini juga dinilai mampu mengurangi risiko penurunan pendapatan petani ketika harga komoditas pangan mengalami fluktuasi atau saat hasil panen tidak optimal akibat faktor cuaca.
Transfer Teknologi Pertanian Modern
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!