Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Saat Cuaca Panas, Jangan Abaikan Warna Urine sebagai Tanda Hidrasi

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 15:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Saat Cuaca Panas, Jangan Abaikan Warna Urine sebagai Tanda Hidrasi Doc: ANTARA/ Sizuka
Ket. Tubuh kita 70 persen air, jadi jangan biarkan ia kehausan. Minumlah cukup air setiap hari.

JAKARTA – Menjaga tubuh tetap terhidrasi terdengar sederhana, tetapi manfaatnya besar untuk aktivitas sehari-hari. Saat kebutuhan cairan terpenuhi, tubuh terasa lebih segar, konsentrasi lebih terjaga, dan stamina pun lebih optimal.

Di tengah cuaca yang panas atau rutinitas yang padat, membiasakan minum air putih secara cukup menjadi langkah kecil yang bisa membantu menjaga kesehatan dan membuat tubuh tetap siap menjalani berbagai aktivitas.

Ahli gizi Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi hidrasi tubuh saat cuaca panas, salah satunya dengan memantau warna urine, alih-alih hanya berpatokan pada anjuran minum sekitar dua liter air per hari.

Belakangan ini, cuaca panas masih dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Menurut Tan saat dihubungi, Rabu (8/7), indikator sederhana untuk mengetahui apakah kebutuhan cairan tubuh telah tercukupi adalah warna urine.

"Ini parameternya butuh lebih atau tidak. Kalau masih jernih kuning muda ya aman," kata ahli gizi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu.

Ia menjelaskan, selama warna urine masih tampak jernih atau kuning muda, kondisi hidrasi tubuh umumnya masih terjaga. Karena itu, kebutuhan cairan tidak dapat disamaratakan untuk setiap orang, melainkan disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Tan juga menanggapi anggapan bahwa air kelapa lebih baik daripada air mineral untuk menjaga hidrasi saat cuaca panas.

"Boleh aja, tapi enggak wajib," ujarnya.

Menurut dia, air kelapa dapat dikonsumsi apabila tersedia, namun bukan merupakan keharusan. Ia juga mengingatkan agar air kelapa dikonsumsi tanpa tambahan gula.

"Bukan keharusan. Kalau ada dan tersedia silakan saja, tanpa imbuhan gula," katanya.

Saat ditanya mengenai air kelapa yang ditambah gula, Tan menilai minuman tersebut tidak lagi menjadi pilihan yang sehat.

"Ya enggak sehat lagi dong," ujarnya.

Ahli gizi yang gemar mengedukasi masyarakat lewat media sosial itu menambahkan, air mineral tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh sehari-hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
PT KAI Ungkap Stasiun Gambi...
Tiga Santri Diduga Dibakar Senior di Lombok Tengah, Satu Meninggal Dunia. Belum Ada Tersangka

Tiga Santri Diduga Dibakar Senior di Lombok Tengah, Satu Meninggal Dunia. Belum Ada Tersangka

08 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.