Waspada Cuaca Panas Jakarta: Dinkes DKI Peringatkan Risiko Dehidrasi Hingga Heatstroke
📅 Senin, 16 Mar 2026, 15:52 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah ibu kota. Warga diminta mengantisipasi dampak kesehatan akibat paparan suhu tinggi, termasuk potensi dehidrasi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kondisi cuaca panas diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Hal tersebut merujuk pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
"Jadi memang perkiraan BMKG, pada satu, dua, tiga hari ini cuaca cukup panas, termasuk hari ini," kata Pramono kepada wartawan di kawasan Pure Segera, Jakarta Utara, Minggu (15/3/2026).
Pramono meminta warga tidak perlu merasa khawatir berlebihan terhadap kondisi tersebut. Pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai fasilitas kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat jika mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca panas.
"Jadi, untuk warga di Jakarta tak perlu khawatir," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan suhu udara yang tinggi dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Beberapa gangguan kesehatan yang dapat muncul antara lain kekurangan cairan atau dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga sengatan panas atau heatstroke.
Ia mengatakan paparan suhu tinggi juga dapat memicu berbagai keluhan kesehatan lainnya. Gejala yang mungkin muncul antara lain pusing, kram otot, gangguan sistem kardiovaskular, masalah pernapasan, hingga iritasi pada kulit.
"Paparan dari cuaca panas yang tinggi juga bisa memicu pusing, kram otot, gangguan kardiovaskular, pernapasan dan bisa juga terjadi iritasi kulit," ucap Ani.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ani menambahkan terdapat beberapa kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak cuaca panas. Kelompok tersebut antara lain pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil, serta lanjut usia.
Menurutnya, kelompok rentan tersebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan ketika terpapar suhu tinggi dalam waktu lama. Oleh karena itu, mereka diimbau untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Untuk mengurangi risiko dampak cuaca panas, masyarakat diimbau memperbanyak konsumsi air putih. Selain itu, warga juga disarankan menghindari minuman yang dapat memicu dehidrasi seperti kopi dan teh yang mengandung kafein tinggi.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan menggunakan perlindungan tambahan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menggunakan topi atau payung untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung.
Selain itu, warga juga diminta membatasi aktivitas fisik berat pada siang hari ketika suhu udara sedang tinggi. Langkah ini dinilai penting terutama bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak panas.
Jika berada di dalam ruangan, masyarakat dianjurkan menjaga suhu ruangan tetap sejuk. Penggunaan pendingin ruangan atau kipas angin dapat membantu mengurangi dampak suhu panas terhadap tubuh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (3)
05 Apr 2026, 21:50 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas05 Apr 2026, 21:50 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas05 Apr 2026, 21:51 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!