Jutaan Orang Mungkin Mendapatkan Hasil Tes Laboratorium Kolesterol yang Salah
📅 Rabu, 08 Jul 2026, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SUntuk menjawab pertanyaan itu, tim peneliti membuat simulasi komputer yang mewakili 250.000 orang dewasa AS yang memenuhi syarat untuk terapi statin tetapi belum memiliki penyakit kardiovaskular.
Model tersebut membandingkan tiga pendekatan untuk memandu pengobatan:
Kolesterol LDL (target <100 mg/dL)
Kolesterol non-HDL (target <118 mg/dL)
Sebaiknya Anda baca juga:
ApoB (target <78,7 mg/dL)
Ketika pasien gagal mencapai targetnya, pengobatan ditingkatkan terlebih dahulu dengan menggunakan statin yang lebih kuat, dan kemudian dengan menambahkan ezetimibe jika diperlukan.
Para peneliti mengikuti setiap strategi selama seumur hidup, memperkirakan serangan jantung, stroke, harapan hidup, kualitas hidup, dan biaya perawatan kesehatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan apoB untuk memandu pengobatan secara konsisten memberikan hasil yang lebih baik daripada pendekatan LDL dan non-HDL. Hal ini meningkatkan hasil kesehatan secara keseluruhan, mencegah lebih banyak kejadian kardiovaskular, dan melakukannya dengan cara yang menurut para peneliti hemat biaya.
Pedoman Kolesterol Baru Meningkatkan Pentingnya Pengujian yang Akurat
Temuan ini muncul ketika dokter memiliki lebih banyak obat penurun kolesterol yang tersedia daripada sebelumnya. Awal tahun ini, American Heart Association dan 10 organisasi medis lainnya juga merilis pedoman terbaru yang merekomendasikan agar banyak orang memulai terapi penurun kolesterol pada usia yang lebih muda.
"Ini berarti semakin penting untuk secara akurat mengidentifikasi siapa yang paling diuntungkan dari perawatan intensif," kata Kohli-Lynch.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!