Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Proyek Pipa Air Limbah Dituding Sebagai Penyebab Kemacetan Parah di Jalan TB Simatupang

3 Kamis, 31 Jul 2025, 18:30 WIB | Oleh:
Proyek Pipa Air Limbah Dituding Sebagai Penyebab Kemacetan Parah di Jalan TB Simatupang Proyek Pipa Air Limbah Dituding Sebagai Penyebab Kemacetan Parah di Jalan TB Simatupang Doc: Getty Images

JAKARTA – Kemacetan lalu lintas yang terus berulang di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, menjadi sorotan warga dan pengendara yang melintas di jalur tersebut setiap harinya. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akhirnya angkat bicara dan menjelaskan bahwa biang kerok kemacetan tersebut adalah proyek pemasangan pipa air limbah yang sedang berjalan.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyampaikan bahwa pekerjaan pemasangan pipa tersebut dilakukan sepanjang 2,5 kilometer. Proyek dimulai dari Simpang Cilandak KKO hingga ke Simpang RS Fatmawati, sehingga berdampak langsung pada penyempitan lajur lalu lintas di beberapa titik.

“Bahwa di Jalan TB Simatupang saat ini sedang berlangsung pekerjaan pemasangan pipa air limbah dengan rencana pekerjaan sepanjang 2,5 km dari segmen Simpang Cilandak KKO sampai dengan simpang RS Fatmawati,” ujar Syafrin.

Proyek ini dibagi menjadi delapan bagian atau section, dengan pelaksana teknis dari PD PAL Jaya dan kontraktor pelaksana PT Rosa Lisca. Pada section 1 dan section 2, pekerjaan dilakukan di area taman sehingga tidak terlalu berdampak pada arus lalu lintas.

Namun pada section 3, yang berada di area Cibis Park sisi selatan, pekerjaan memakan satu lajur jalan dan hanya menyisakan satu lajur aktif. Proyek ini dijadwalkan selesai pada November 2025 dan menjadi salah satu titik paling terdampak kemacetan.

Untuk section 4, pengerjaan kembali dilakukan di area taman dan trotoar, sementara section 5 yang terletak di Wisma Raharja sisi utara juga mengganggu arus kendaraan karena mengokupansi satu lajur. Proyek pada section ini baru akan rampung pada Desember 2025.

Adapun section 6, section 7, dan section 8 belum dikerjakan sehingga potensi gangguan lalu lintas diperkirakan masih akan berlanjut hingga seluruh proyek rampung. Dishub berharap masyarakat dapat bersabar karena proyek ini merupakan bagian dari peningkatan infrastruktur kota.

Sejumlah pengendara mengaku frustrasi karena harus terjebak macet panjang, terutama pada jam-jam sibuk berangkat dan pulang kerja. Kemacetan bahkan menyebabkan kendaraan hanya bisa bergerak dengan kecepatan 5–10 kilometer per jam.

Di beberapa titik, lajur jalan hampir tak bergerak sama sekali dan menyebabkan pengendara sering membunyikan klakson karena tidak sabar. Lajur yang menyempit karena proyek galian membuat banyak pengendara motor harus menyalip di celah-celah sempit antara alat berat dan kendaraan.

Seorang pengendara mengeluh bahwa kondisi tersebut membuat perjalanan yang biasanya hanya memakan waktu 20 menit, kini bisa menjadi lebih dari satu jam. Mereka berharap proyek segera diselesaikan atau Dishub menyediakan rekayasa lalu lintas alternatif untuk mengurangi beban kemacetan.

Proyek ini diharapkan membawa manfaat jangka panjang bagi sistem pengelolaan air limbah di Jakarta, namun Dishub juga didesak untuk lebih responsif terhadap kondisi lalu lintas harian warga. Perlu langkah mitigasi yang lebih konkret agar aktivitas warga tidak terus-menerus terganggu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.